Sun,10 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Belajar dari Orangtua di Sawah, Kasiati Kini Jadi Mahasiswa Termuda Unesa

Belajar dari Orangtua di Sawah, Kasiati Kini Jadi Mahasiswa Termuda Unesa

belajar-dari-orangtua-di-sawah,-kasiati-kini-jadi-mahasiswa-termuda-unesa
Belajar dari Orangtua di Sawah, Kasiati Kini Jadi Mahasiswa Termuda Unesa
service

11 April 2026 21.59 WIB • 2 menit

Belajar dari Orangtua di Sawah, Kasiati Kini Jadi Mahasiswa Termuda Unesa


Kasiati tidak pernah merasakan bangku PAUD atau Taman Kanak-kanak. Ia mulai belajar membaca saat berusia sekitar 4,5 tahun, langsung dari orangtuanya.

Di sini lah peran orang tua dijalankan; sebagai guru pertama seorang anak. Yang menarik, Kasiati belajar dan mengenal huruf ketika berada di sawah.

Ya, sejak balita, Kasiati kerap menemai orang tuanya bekerja di sawah. Di sana pula ia belajar dasar membaca dan berhitung.

Ia langsung masuk sekolah dasar di usia 4,5 tahun. Kemampuan membacanya dinilai cukup sehingga ia melompati fase pendidikan awal, yakni TK.

Kini, Kasiati masuk ke perguruan tinggi di usia 15 tahun, usia yang umumnya masih duduk di bangku SLTA.

Konsisten Belajar adalah Kuncinya

“Bagi saya, yang terpenting adalah konsistensi belajar. Saya terbiasa merangkum materi dan banyak mengerjakan latihan soal untuk menjaga pemahaman,” ujar Kasiati, dilansir dari laman Unesa.

Kunci yang membuat Kasiati mampu masuk ke jenjang perguruan tinggi lebih cepat adalah konsistensi. Kasiati disiplin dalam belajar.

Ia terbiasa merangkum pelajaran dengan bahasanya sendiri. Tujuannya supaya lebih mudah dipahami. Setelah itu, ia mengerjakan banyak latihan soal untuk memastikan bahwa dirinya benar-benar paham, bukan sekadar hafal.

Kecerdasan Kasiati terbukti. Sewaktu SMA, Kasiati berhasil meraih juara pertama Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025.

Prestasi itu jadi salah satu bekalnya saat mendaftar kuliah lewat jalur SNBP 2026.

SNBP sendiri adalah jalur masuk perguruan tinggi tanpa tes. Penilaiannya diambil dari nilai rapor dan prestasi selama sekolah.

“Kunci untuk menembus jalur SNBP adalah memaksimalkan nilai rapor dan sertifikat pendukung sejak semester awal secara realistis,” ujarnya.

Jadi yang Paling Muda, Kasiati Sempat Ragu

Kasiati sempat merasa minder, terutama saat menunggu pengumuman SNBP. Usianya yang jauh lebih muda membuatnya ragu dengan kemampuannya sendiri.

Keadaan semakin berat sejak ibunya meninggal.

Di masa itu, ayahnya menjadi satu-satunya sumber dukungan. Ia yang terus memberi semangat agar Kasiati tetap melangkah.

Sampai akhirnya, Kasiati dinyatakan lolos ke Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Benar, sejak awal, Kasiati sadar penuh akan keputusannya. Ia memilih jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) agar bisa berkontribusi lebih di bidang pendidikan. Pendidikan Luar Biasa adalah bidang yang fokus pada anak-anak berkebutuhan khusus, seperti autisme atau gangguan belajar.

“Saya ingin belajar di bidang yang saya yakini bisa memberikan manfaat nyata. Keputusan memilih PLB ini murni keinginan saya sendiri sejak awal,” ungkapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.