TokMubadalah.id – Bila ibu hamil mulai kejang-kejang atau wajah dan lengan sangat bengkak (toksemia). Maka yang harus Anda lakukan:
Pertama, taruh bantal atau selimut di bawah kepalanya, dan, kalau bisa, baringkan ke kiri. Tapi ingat, jangan Anda pegang atau paksa tenang.
Kedua, Anda bisa berusaha menenangkan dia dengan lembut.
Ketiga, cepat suruh seseorang mencari alat pengangkut darurat sementara Anda menunggui pasien.
CEPAT! Segera larikan pasien ke rumah sakit.
Keempat, kalau bisa, berikan salah satu obat di bawah ini selama menunggu alat transpor atau dalam perjalanan menuju ke rumah sakit:
– Magnesium sulfat, diencerkan 50%. Suntikkan 10 mililiter ke tiap pantat. Bila perlu, ulangi sesudah 4 jam.
– Diazepam. Jangan lupa melaporkan apa yang sudah Anda lakukan pada dokter sesampainya Anda di rumah sakit.
Bila Tali Pusar Sudah Keluar dari Vagina Sebelum Bayinya Keluar
Kepala bayi belum keluar, tapi tali pusar sudah keluar, menyebabkan tali pusar tergencet ketika kepala bayi muncul. Ini berbahaya. Bayi bisa meninggal atau mengalami kerusakan otak gara-gara ia kehabisan atau hanya memperoleh sedikit oksigen.
Yang harus dilakukan:
Pertama, bila bayi sedang turun sangat cepat atau hampir lahir, mintalah pasien mendorong sekuat tenaga dalam posisi berjongkok. Bila bayi tidak menampakkan tanda-tanda akan keluar dengan cepat, mintalah pasien berbaring seperti terlihat dalam gambar, bertumpu pada kaki dan tangan, dada rapat ke bawah. Mintalah agar ia berhenti mendorong.
CEPAT! Segera larikan pasien ke rumah sakit.
Kedua, bayi pasien Anda harus dilahirkan melalui operasi secepatnya.
Bila Pundak Bayi Terrtahan di dalam Rahim
Kalau bayinya sangat besar, sesudah kepala keluar kadang bahunya tertahan. Bila ia tidak segera lolos, ia akan terancam bahaya, bahkan bisa meninggal.
Yang harus dilakukan:
Pertama, mintalah sang ibu bertumpu pada lutut dan tangan seperti dalam gambar. Lalu minta agar ia mendorong. Biasanya cara sederhana ini manjur, bahu bayi bisa meluncur keluar dengan mudah.
Kedua, bila cara di atas gagal, Anda perlu bantuan satu orang lagi. Mintalah sang ibu bergeser, dengan bantuan Anda, ke tepi bawah ranjang. Lalu mintalah ia mengangkat kedua lutut ke atas.
Ketiga, kalau cara itu juga gagal, raba leher bayi sampai tangan Anda menyentuh punggungnya. Dorong bagian atas bahu si bayi ke depan, bersamaan dengan dorongan sang ibu ketika terjadi kontraksi.
PENTING!
JANGAN izinkan siapa pun untuk mendorong BAGIAN ATAS RAHIM pasien. Bukannya menolong bayi agar keluar, tindakan ini malah bisa menyebabkan tubuh bayi makin terperangkap dan sulit keluar, dan merobek rahim ibunya.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 108.





Comments are closed.