Sun,10 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. BRIN Catat 10 Spesies Anggrek Baru, RI Makin Pede Jadi ‘Raja Anggrek’ Dunia

BRIN Catat 10 Spesies Anggrek Baru, RI Makin Pede Jadi ‘Raja Anggrek’ Dunia

brin-catat-10-spesies-anggrek-baru,-ri-makin-pede-jadi-‘raja-anggrek’-dunia
BRIN Catat 10 Spesies Anggrek Baru, RI Makin Pede Jadi ‘Raja Anggrek’ Dunia
service

BRIN Catat 10 Spesies Anggrek Baru, RI Makin Pede Jadi ‘Raja Anggrek’ Dunia


Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan temuan 10 spesies anggrek yang menjadi rekaman baru atau new records untuk Indonesia. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Lankesteriana volume 26 (1) tahun 2026 melalui artikel berjudul Ten New Orchid Records from the Indonesian Archipelago. Penelitian ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, khususnya dalam kelompok tumbuhan anggrek.

Indonesia diketahui memiliki sekitar 5.000 spesies anggrek yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, masih banyak kawasan yang belum dieksplorasi secara optimal sehingga sejumlah spesies belum terdokumentasikan dengan baik. Penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa potensi biodiversitas anggrek Indonesia masih sangat besar, terutama di kawasan timur Indonesia dan wilayah Wallacea.

Dari Sumatra hingga Sulawesi

Eksplorasi lapangan dilakukan pada periode 2020 hingga 2024 di sejumlah wilayah, meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Dalam penelitian tersebut, tim mendokumentasikan 10 spesies anggrek yang baru tercatat di Indonesia.

Dari Sumatra ditemukan spesies Bulbophyllum nematocaulon, Bulbophyllum sanguineomaculatum, Cleisomeria lanatum, Corybas calopeplos, dan Corybas holttumii. Dari Jawa ditemukan Acanthophippium bicolor dan Anoectochilus papuanus.

Sementara itu, Dendrobium teretifolium ditemukan di Kepulauan Nusa Tenggara, Bulbophyllum thiurum ditemukan di Kalimantan, dan Aerides augustiana ditemukan di Sulawesi. Temuan tersebut berasal dari hasil pengamatan langsung di lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan proses identifikasi ilmiah secara mendalam.

Libatkan Herbarium Nasional dan Internasional

Penelitian dilakukan oleh Yuda Rehata Yudistira dari Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara dan Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah bersama Wendy A. Mustaqim dari Departemen Biologi Universitas Samudra. Tim peneliti melakukan pengambilan spesimen, dokumentasi morfologi, pengawetan herbarium, hingga analisis perbandingan dengan koleksi herbarium nasional dan internasional untuk memastikan identitas setiap spesies.

Peneliti PRBE BRIN, Aninda Retno Utami Wibowo mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan masih besarnya potensi biodiversitas anggrek Indonesia yang belum terdokumentasikan.

“Temuan 10 rekaman baru ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia, masih menyimpan banyak potensi keanekaragaman anggrek yang belum terdokumentasi,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (10/5/2026).

Ia menambahkan bahwa penelitian lapangan dan penguatan data koleksi herbarium masih sangat penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.

“Eksplorasi lapangan dan kajian koleksi herbarium perlu terus diperkuat untuk memperkaya data biodiversitas nasional,” sambungnya.

Pola Persebaran Anggrek Jadi Temuan Menarik

Selain menambah daftar distribusi spesies anggrek di Indonesia, penelitian ini juga menemukan pola persebaran yang menarik. Anoectochilus papuanus yang sebelumnya diketahui hanya tersebar di Papua dan Kepulauan Solomon kini ditemukan di Jawa Timur. Sementara itu, Dendrobium teretifolium yang sebelumnya dikenal berasal dari Australia kini tercatat ditemukan di Nusa Tenggara Timur.

Menurut Aninda, penelitian ini tidak hanya mencatat persebaran spesies, tetapi juga mendokumentasikan karakteristik penting dari masing-masing anggrek.

“Selain memperluas data distribusi, penelitian ini juga menyajikan informasi mengenai habitat, ekologi, fenologi, serta karakter morfologi masing-masing spesies,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa beberapa spesies ditemukan tumbuh pada habitat yang sangat spesifik.

“Beberapa anggrek ditemukan tumbuh di hutan pegunungan, rawa dataran rendah, hingga kawasan hutan lumut dengan kondisi lingkungan spesifik,” imbuhnya.

Potensi Biodiversitas RI Masih Sangat Besar

Temuan ini menjadi bukti bahwa eksplorasi biodiversitas di Indonesia masih memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan. Dokumentasi ilmiah terhadap flora Indonesia dinilai penting tidak hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai dasar upaya konservasi spesies dan perlindungan ekosistem di masa mendatang.

Penemuan 10 rekaman baru anggrek ini sekaligus memperlihatkan bahwa Indonesia masih menyimpan banyak kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terdata. Dengan luas wilayah tropis dan beragam ekosistem, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperkuat reputasinya sebagai salah satu pusat keanekaragaman anggrek terbesar di dunia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.