Makkah, NU Online
Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan, hingga 8 Mei 2026, tercatat 20 jamaah wafat di Arab Saudi. Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan seluruh hak layanan jemaah wafat terpenuhi sesuai prosedur.
Kemenhaj mengingatkan jamaah untuk disiplin menjaga kesehatan mengingat suhu di Madinah dan Makkah berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
“Jamaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan Marsha, Juru Bicara Kemenhaj, di Makkah, Sabtu (9/5/2026).
Dari sisi kesehatan, hingga saat ini, tercatat 19.549 jamaah menjalani rawat jalan, 170 jamaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jamaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, dan 77 jamaah masih menjalani perawatan.
Kemenhaj menekankan terus memperkuat layanan bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, khususnya pada aspek akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan, guna memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah secara aman, nyaman, dan khusyuk menjelang fase puncak haji.
Memasuki hari ke-19 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, proses layanan jamaah Indonesia secara umum berjalan lancar dan terkendali.
Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jamaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Arab Saudi.
Sementara itu, pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.
Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport di Jeddah, tercatat sebanyak 28 kloter dengan 10.731 jamaah dan 113 petugas telah tiba. Selain itu, sebanyak 2.958 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.
Ichsan Marsha mengatakan bahwa penguatan layanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan jamaah dapat fokus beribadah.
“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jamaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan.
Dari sisi akomodasi, PPIH Daerah Kerja Madinah telah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jamaah yang menempati 94 hotel. Sementara PPIH Daerah Kerja Makkah melayani 165 kloter dengan total 63.822 jamaah yang tersebar di 180 hotel.
Pada layanan konsumsi, hingga saat ini sebanyak 2.782.118 box makanan telah didistribusikan kepada jamaah Indonesia, terdiri atas 2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah.
Sementara itu, layanan Bus Shalawat di Makkah telah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 trip untuk melayani mobilitas jamaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel.
“Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi salah satu layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” lanjut Ichsan.
Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja siang dan malam melayani jamaah, serta kepada seluruh jemaah yang tetap tertib, disiplin, dan mematuhi arahan petugas.
“Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan,” tutup Ichsan.





Comments are closed.