Keseimbangan ekosistem hutan tropis terbentuk melalui hubungan yang sangat kompleks antarspesies. Burung membantu menyebarkan biji, serangga menjaga siklus dekomposisi, sementara predator mengontrol populasi mangsa agar tetap stabil. Ketika satu spesies asing masuk ke lingkungan yang tidak memiliki mekanisme pertahanan alami, seluruh jaringan ekologis dapat terganggu. Dalam banyak kasus, dampaknya tidak langsung terlihat. Namun di Pulau Guam, sebuah wilayah kecil milik Amerika Serikat di Pasifik Barat, perubahan itu terjadi secara drastis dan kini menjadi salah satu contoh paling ekstrem invasi spesies di dunia. Pulau seluas sekitar 544 kilometer persegi tersebut mengalami krisis ekologis akibat ledakan populasi ular pohon cokelat (Boiga irregularis). Spesies asal Papua Nugini dan Australia bagian utara itu diduga masuk ke Guam melalui pengiriman logistik militer setelah Perang Dunia II. Pada masa itu, Guam menjadi pusat aktivitas militer penting di kawasan Pasifik. Beberapa ekor ular yang terbawa dalam kargo diperkirakan berhasil bertahan hidup dan berkembang biak di lingkungan baru yang hampir tidak memiliki predator alami. Lokasi pulau Guam | Sumber: WorldMap Dalam beberapa dekade, populasi ular meningkat sangat cepat. Berbagai penelitian memperkirakan jumlahnya mencapai jutaan ekor. Di beberapa area hutan, kepadatan ular dilaporkan dapat mencapai ribuan individu per kilometer persegi. Kondisi tersebut menciptakan tekanan predator yang sangat tinggi terhadap fauna lokal, terutama burung yang sebelumnya berevolusi tanpa ancaman predator semacam ini. Banyak spesies burung di Guam terbiasa bersarang di tempat terbuka dan tidak memiliki perilaku defensif terhadap ular arboreal yang aktif berburu pada malam hari. Burung Menghilang dari Hutan Guam Dampak paling terlihat dari invasi ini adalah hilangnya populasi…This article was originally published on Mongabay
Jutaan Ular Menginvasi Pulau Kecil ini, Burung Hilang dan Hutan Terancam
Jutaan Ular Menginvasi Pulau Kecil ini, Burung Hilang dan Hutan Terancam





Comments are closed.