Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. John Wompere, Penjaga Pohon Gaharu dari Kampung Imbari

John Wompere, Penjaga Pohon Gaharu dari Kampung Imbari

john-wompere,-penjaga-pohon-gaharu-dari-kampung-imbari
John Wompere, Penjaga Pohon Gaharu dari Kampung Imbari
service

Di halaman rumahnya di Kampung Imbari, Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor, John Wompere (67) berdiri di samping sebuah bedeng persemaian berukuran sekitar empat kali empat meter. Deretan bibit kecil berjajar rapi di dalam polybag hitam. Dengan tangan yang sigap, ia menunjuk satu per satu tanaman muda itu. “Ini bibit gaharu yang saya kembangkan dari biji,” katanya sambil tersenyum. “Gaharu ini menarik sekali.” Di samping persemaian itu, beberapa peralatan penyulingan sederhana tersusun rapi. Dari tempat yang tampak sederhana inilah, selama lebih dari dua dekade, John menanam harapan—ribuan pohon gaharu yang perlahan mengubah hidupnya, juga wajah kampungnya. Semua bermula dari rasa penasaran. John pertama kali mengenal gaharu saat merantau ke Papua Nugini pada awal 2000-an. Saat itu, ia melihat banyak orang keluar-masuk hutan mencari gaharu—komoditas yang disebut-sebut bernilai tinggi. “Saya dengar kalau dijual harganya mahal. Itu yang bikin saya penasaran,” ujarnya. Awalnya, motivasinya sederhana: memperoleh uang cepat. Namun saat itu, ia belum benar-benar memahami seperti apa pohon gaharu, bagaimana menanamnya, atau bagaimana memperoleh manfaat dari tanaman itu. Rasa ingin tahu itulah yang kemudian mendorongnya belajar sendiri. Secara autodidak, John mulai memahami pembibitan, penanaman, perawatan, hingga pengolahan hasil tanaman gaharu. Satu pelajaran penting yang dia pahami kemudian: gaharu bukan tanaman untuk mereka yang ingin hasil cepat. “Tidak ada yang instan. Gaharu itu mengajarkan kesabaran,” katanya. Bibit gaharu. Gaharu adalah tanaman hutan berpotensi nilai tambah tinggi, selain gubal, maka daun, batang, hingga kulitnya dapat dimanfaatkan. Foto: Donny Iqbal/Mongabay Indonesia Budidaya yang Bertumbuh Bersama Waktu Dari awalnya hanya mencoba-coba, gaharu perlahan berubah menjadi jalan hidup…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.