Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Perburuan Satwa Liar Bakal Makin Menggila di Sumatera Utara?

Perburuan Satwa Liar Bakal Makin Menggila di Sumatera Utara?

perburuan-satwa-liar-bakal-makin-menggila-di-sumatera-utara?
Perburuan Satwa Liar Bakal Makin Menggila di Sumatera Utara?
service

Perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar dilindungi di Sumatera Utara (Sumut) makin mengkhawatirkan. Catatan for Madina, selama Januari-Mei 2026, terdapat enam kasus terbongkar. Tahun lalu, terbongkar tujuh kasus selama 12 bulan. Arbi Sani, tim Identifier Wildlife Crime for Madina, menyebut kondisi ini peringatan keras. Karena, Sumut merupakan wilayah dengan keanekaragaman hayati yang kaya. “Jika dibiarkan, ancaman kepunahan berbagai jenis satwa langka akan semakin nyata di depan mata,” katanya, Senin (4/5/26). Secara matematis, katanya, angka kejahatan perburuan dan perdagangan satwa liar itu mengindikasikan intensitas kejahatan saat ini mengalami lonjakan lebih 120% ketimbang rata-rata per bulan tahun sebelumnya. Apabila,  berlanjut hingga akhir tahun, potensi kasus  2026 mencapai 14-15 kasus. “Kondisi demikian menjadi alarm bahaya keras, menunjukkan jaringan perdagangan ilegal semakin berani dan gencar beroperasi, membawa ancaman nyata sangat serius bagi kelestarian satwa liar di wilayah ini.” Sejak 2025, trenggiling menjadi spesies yang paling banyak menjadi korban perburuan. Total tujuh kali kejadian, dengan berat sisik sitaan mencapai 107,6 kilogram. Satwa ini, katanya, menjadi incaran utama karena tingginya permintaan pasar gelap yang mengincar sisiknya untuk pengobatan tradisional dan dagingnya sebagai makanan eksklusif.  Sedang status konservasinya kategori sangat terancam punah. Penelitian tim ahli dari IPB University, menyebut, untuk mendapatkan satu kilogram sisik, perlu sekitar 4-5  trenggiling. Artinya, dari sitaan 107,6 kilogram itu, setidaknya ada 430-538 trenggiling yang menjadi korban pembantaian. Arbi bilang, urutan kedua hewan yang banyak jadi korban buruan adalah burung eksotis, seperti kakatua dan nuri. Hewan ini jadi incaran karena keindahannya jadi hewan peliharaan dengan harga fantastis. Sementara urutan ketiga ialah mamalia besar…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.