Mon,1 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Asal Usul Sungai Barito, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan

Legenda Asal Usul Sungai Barito, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan

legenda-asal-usul-sungai-barito,-cerita-rakyat-dari-kalimantan-selatan
Legenda Asal Usul Sungai Barito, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan
service

Legenda Asal Usul Sungai Barito, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan


Sungai Barito adalah salah satu sungai yang ada di daerah Kalimantan Selatan. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Kalimantan Selatan yang menceritakan tentang legenda asal usul Sungai Barito tersebut.

Simak kisah lengkap dari legenda asal usul Sungai Barito dalam artikel berikut.

Legenda Asal Usul Sungai Barito, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan

Dilihat dari artikel Agus Yulianto, “Mitos-Mitos Berbasis Sungai dalam Cerita Rakyat di Kalimantan Selatan” yang terbit di Jurnal Totobuang, alkisah pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri di daerah Kalimantan Selatan. Suami istri ini sudah menikah dalam kurun waktu lama.

Namun sayang, pasangan suami istri ini masih belum dikaruniai anak. Meskipun demikian, mereka tetap tidak menyerah dengan kondisi yang dialami.

Sehari-hari pasangan suami istri ini selalu berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berharap bisa segera dikaruniai anak yang sudah lama dinanti.

Pada suatu malam, sang istri akhirnya mendapatkan sebuah mimpi. Dalam mimpi itu, sang istri bertemu dengan seorang pertapa tua.

Pertapa tua itu berkata jika dia akan segera mendapatkan seorang anak. Alangkah bahagianya hati sang istri mendengarkan hal itu.

Namun ada pesan lain yang disampaikan oleh pertapa tua. Dia berkata jika kelak anaknya hanya akan berumur 10 tahun saja.

Pada umur 10 tahun, anak itu akan diambil oleh pertapa tua ini lagi. Tidak lama kemudian, sang istri langsung terbangun dari tidurnya.

Sang istri kemudian menyampaikan mimpi ini pada suaminya. Di satu sisi mereka merasa senang karena akan segera mendapatkan anak.

Namun mereka juga khawatir dengan pesan dari pertapa tua. Meskipun demikian mereka tetap bersyukur atas karunia yang didapatkan.

Tidak lama kemudian, sang istri benar-benar hamil dan melahirkan. Pasangan suami istri ini mendapatkan seorang putra yang kemudian diberi nama Bari.

Sejak kecil Bari selalu bermain dengan seekor kucing yang bernama Ito. Mereka pun tumbuh bersama dan bersahabat antara satu sama.

Beberapa tahun kemudian, kedua orang tua Bari meninggal dunia. Sejak saat itu dia pun dirawat oleh bibinya.

Sebelum meninggal, kedua orang tua Bari sempat menitipkan sebuah wasiat pada sang bibi. Mereka berkata jika sang bibi mesti menjaga Bari dan mencegahnya bermain di tepi jurang dekat kampung mereka.

Sebab pada usia 10 tahun Bari akan menemui ajalnya di sana. Jurang yang dihuni oleh seekor naga tersebut akan memakan Bari.

Sang bibi kemudian berusaha menjaga wasiat itu. Namun malang, kejadian yang tidak diharapkan ini benar-benar terjadi juga.

Tepat pada usianya yang ke-10 tahun, Bari benar-benar jatuh ke jurang itu. Pada awalnya dia berusaha menyelamatkan Ito yang lebih dahulu jatuh ke sana.

Sang bibi bersama warga kemudian mendatangi jurang itu. Dia meminta sang naga melepaskan Bari dari sana.

Namun sang naga menolak permintaan itu. Sebagai gantinya, dia akan mengabulkan satu permintaan warga.

Akhirnya warga yang ada di sana meminta jurang tersebut berisi air dan menjadi sungai. Dengan demikian sungai tersebut bisa digunakan untuk aktivitas warga sehari-hari.

Sang naga akhirnya menyetujui permintaan itu. Sang bibi dan warga pun kembali ke kediaman mereka masing-masing dengan berat hati.

Pada malam hari, hujan deras langsung mengguyur daerah tersebut. Hujan deras ini turun selama dua hari berturut-turut.

Hujan ini baru berhenti pada hari ketiga. Semua warga bersama sang bibi kemudian pergi ke luar rumah dan pergi menuju jurang tersebut.

Mereka terkejut karena jurang itu benar-benar berubah menjadi sebuah sungai. Akhirnya masyarakat memberi nama sungai itu dengan nama Barito untuk mengenang Bari dan kucing kesayangannya, Ito.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.