Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Konsistensi Petani Ngada Merawat Kopi Arabika yang Mendunia

Konsistensi Petani Ngada Merawat Kopi Arabika yang Mendunia

konsistensi-petani-ngada-merawat-kopi-arabika-yang-mendunia
Konsistensi Petani Ngada Merawat Kopi Arabika yang Mendunia
service

  Sejak tahun 2000, kopi Flores baik arabika maupun robusta, mulai diperkenalkan ke berbagai pembeli luar negeri. Pemerintah setempat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), berkolaborasi melatih dan mendampingi petani menjaga kualitas kopi. Tahun 2004 setelah terbentuk kelompok tani Fa Masa (Bahasa Ngada artinya sejuk semua), para petani di Desa Beiwali, mulai menaman kopi. Jenis yang dipilih adalah arabika varietas S759, kopi yang sudah ditanam sejak awal 1970-an. Data BPS NTT menunjukkan, produksi kopi NTT tahun 2021 sebanyak 25.896 ton. Pulau Flores terbanyak dengan jumlah produksi 21.822 ton, Sumba (3.209 ton), Timor (547 ton), dan Alor (318 ton). Kopi Flores Bajawa dan Kopi Flores Manggarai pernah dipamerkan dalam Sidang Majelis Umum Ke-65 Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa, Swiss pada 9-17 Juli 2024. Juga, dinikmati para delegasi KTT ASEAN ke-42 dan G20 di Labuan Bajo, NTT.   Menjelang siang, kabut menerpa kawasan taman wisata rohani di Bukit Wolowio, Flores, NTT. Di utara taman ini, membentang kebun kopi arabika (Coffea arabica) yang dinaungi pohon ampupu (Eucalyptus urophylla). “Banyak perkebunan kopi di bawah lembah ini,” terang Anselmus Menge, mantan ketua Kelompok Tani Fa Masa, kepada Mongabay Indonesia, Senin (4/8/2025). Sejak tahun 2000, kopi Flores baik arabika maupun robusta, mulai diperkenalkan ke berbagai pembeli luar negeri. Pemerintah setempat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), berkolaborasi melatih dan mendampingi petani menjaga kualitas kopi. Tahun 2004 setelah terbentuk kelompok tani Fa Masa (Bahasa Ngada artinya sejuk semua), para petani di Desa Beiwali, mulai menaman kopi. Jenis yang dipilih adalah arabika varietas S759, kopi yang sudah ditanam…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.