Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Pasien Stroke Membutuhkan Perencanaan Perawatan Lanjutan

Pasien Stroke Membutuhkan Perencanaan Perawatan Lanjutan

pasien-stroke-membutuhkan-perencanaan-perawatan-lanjutan
Pasien Stroke Membutuhkan Perencanaan Perawatan Lanjutan
service

Stroke menjadi penyakit nomor 2 di dunia yang menyebabkan kecacatan dan sebanyak 6,5 juta jiwa kematian disebabkan oleh penyakit tersebut. Ketidakpastian perawatan menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pasien saat mengalami stroke.

Ketidakpastian ini akan semakin meningkat ketika pasien atau keluarga memiliki pengetahuan yang terbatas tentang stroke, kurang mendapatkan dukungan perawatan, komunikasi yang buruk dengan tenaga kesehatan dan kurangnya kesiapan keluarga untuk merawat pasien saat kembali ke rumah.

Mahasiswa program doktoral dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Margareta Hesti Rahayu, melalui penelitiannya mengembangkan intervensi Advance Care Planning (ACP) atau perencanaan perawatan lanjutan dapat membantu memastikan bahwa pasien memperoleh perawatan sesuai keinginannya. Ia menjelaskan ACP memberikan kontribusi positif tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi para keluarga pasien.

“ACP mampu berkontribusi dalam menurunkan ketidakpastian, stres, kecemasan, dan depresi pada pasien; memperkuat keterlibatan pasien dalam pengambilan keputusan; menurunkan konflik keluarga; serta memperbaiki kualitas perawatan akhir kehidupan pasien,” kata Margareta dalam ujian terbuka promosi doktor di kampus FK-KMK UGM, Selasa, 9 Juni 2026, dikutip dari laman UGM.

Dalam disertasinya Margareta menggunakan pendekatan kualitatif kuantitatif (mixed methods research) dengan desain exploratory sequential mixed method yang dari dua tahapan penelitian. Tahap pertama merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan perencanaan perawatan lanjutan pada pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan.

Tahap kedua yaitu implementasi program ACP stroke dengan memberikan intervensi ACP pada pasien stroke dengan melibatkan keluarga. Penelitian dilakukan di RSUP dr. Sardjito, RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, dan Rumah Sakit Panti Rapih pada tahun 2024-2025 yang melibatkan 33 partisipan yang terdiri dari pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan.

Margareta menjelaskan hasil penelitian yang dilakukan dengan wawancara dan FGD berhasil mendapat empat tema. Tiga tema menggambarkan tentang pengalaman pasien dengan stroke dan keluarga. Yaitu permasalahan pasien dengan stroke, kebutuhan informasi dan edukasi pasien dan keluarga, pentingnya dukungan emosional.

Tema yang keempat adalah kebutuhan perencanaan perawatan lanjutan pada pasien, keluarga dan tenaga kesehatan. Berdasarkan consensus para ahli menggunakan metode Delphi berhasil didapatkan 48 butir pernyataan yang valid yang terbagi dalam 19 domain dan tiga kategori.

Penyusunan modul menghasilkan dua modul ACP stroke. Modul ACP stroke untuk tenaga kesehatan meliputi konsep ACP, komunikasi dalam ACP dan panduan pelaksanaan ACP pada pasien dengan stroke. Sementara modul ACP stroke bagi pasien dan keluarga adalah konsep ACP untuk pasien dan keluarga, penyakit stroke, perawatan stroke di rumah, diet untuk pasien dengan stroke, latihan untuk pasien dengan stroke dan penggunaan obat-obatan.

“Keseluruhan topik di atas merupakan rangkuman dari masukan dan saran dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Margareta menjelaskan dalam hasil penelitian tahap kedua ditemukan bahwa intervensi ACP berhasil menurunkan ketidakpastian pasien dalam penyakit. Selain itu, ACP meningkatkan pengetahuan keluarga dalam perawatan stroke dengan, efikasi diri keluarga dalam pengambilan keputusan, dan kesiapan keluarga untuk melakukan perawatan di rumah.

Margareta menjelaskan ACP dapat membantu individu untuk memperjelas keinginan dan prioritas perawatan dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan. Keterlibatan tenaga kesehatan dari multidisiplin ilmu memberikan kesempatan pada pasien dan keluarga untuk melakukan diskusi interaktif yang lebih komprehensif. “Intervensi ini juga menjadi strategi dalam menurunkan ketidakpastian,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.