Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Menolak Penambahan Layer Cukai Rokok, Koalisi SOS Tuntut Presiden Copot Purbaya

Menolak Penambahan Layer Cukai Rokok, Koalisi SOS Tuntut Presiden Copot Purbaya

menolak-penambahan-layer-cukai-rokok,-koalisi-sos-tuntut-presiden-copot-purbaya
Menolak Penambahan Layer Cukai Rokok, Koalisi SOS Tuntut Presiden Copot Purbaya
service

Di depan gerbang Kantor Kementerian Keuangan, anak muda yang tergabung dalam koalisi Save Our Surroundings (SOS) berdemonstrasi untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah lapisan cukai rokok. Aksi ini berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta,  Kamis siang, 21 Juni 2026.

Koalisi SOS yang berisi berbagai organisasi masyarakat sipil yang berkonsentrasi pada isu kesehatan masyarakat dari bahaya rokok itu  menuntut Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya dari posisinya sebagai menteri keuangan. Alasannya, Purbaya akan membuat kebijakan yang mengabaikan isu kesehatan publik.

Mereka yang terlibat dalam koalisi SOS dan berunjuk rasa berasal dari Center for Indonesia Strategis Development Initiatives (CISDI), Indonesia Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), dan Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI).  Dalam demonstrasinya, mereka membawa poster dan spanduk. 

Mereka menyatakan rencana Purbaya itu sebagai “Program Rokok Murah Nasional”. Aksi juga diwarnai dengan pembuatan ornamen sindiran dari pernyatan Purbaya yang tidak berpihak dengan pengendalian rokok. 

Koalisi SOS menyoroti langkah Purbaya menambah lapisan cukai baru akan berisiko memperluas variasi rokok murah lebih masif di pasaran. Akibatnya, anak-anak akan lebih mudah mengakses rokok. Untuk itulah, koalisi SOS memilih pentingnya berdemonstrasi di Kementerian Keuangan.

Keterangan: Karikatur Menteri Keuangan Purbaya yang ditampilkan dalam aksi sindiran di Kementerian Keuangan, 11 Juni 2026. Dok: Ahmad Khudori/ Prohealth.id

Project Lead for Tobacco Control CISDI, Beladenta Amalia menyatakan tujuan aksi dengan mmbuat sindiran kepada Kementerian Keuangan itu sebagai tindakan membangun kesadaran bahwa keinginan Purbaya menambah lapisan cukai membahayakan anak muda. 

“Ini sindiran terhadap rencana yang kontradiktif dengan tujuan fiskal, kesehatan masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia,” katanya. 

Purbaya saat ini tengah membahas penambahan kategori Sigaret Kretek Mesin (SKM) kelas III, yang masuk pada kategori harga rokok jadi murah. Peluang ini menjadikan rokok ilegal yang bertebaran menjadi legal. 

Menurut Bela, soal ekonomi dengan kesehatan bisa berjalan beriringan. Apalagi bea cukai, kata dia, filosofinya untuk mengendalikan konsumsi rokok bukan untuk penerimaan utama. “Itu seharusnya dipertimbangkan oleh Purbaya,” katanya.  

Bagi Bela, permasalahan rokok ilegal seharusnya diselesaikan dengan penegakan hukum dan penerapan sistem track dan trace yang efektif. “Bukan dengan menciptakan tarif bea cukai yang lebih murah,” katanya, Ia menyatakan bea cukai harus dianggap sebagai denda untuk produk yang berbahaya. 

Direktur Eksekutif IYCTC Manik Marganamahendra menambahkan, dampak terhadap perubahan rokok ilegal menjadi legal akan membuat kelompok rentan dan anak-anak makin terkena dampak. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menyebutkan jumlah anak merokok mencapai 5,9 juta orang. Angka itu diprediksi akan terus meningkat.  

“Bayangkan, jika anak-anak kita dikelilingi oleh penjual dan promosi rokok murah, ini bisa berbahaya. Pertanyaan saya, apakah ini masa depan yang dibangun negara?” tuturnya. 

Manik menyatakan perlindungan masyarakat harus dipandang sebagai hal yang penting oleh Kementerian Keuangan. Terlebih lagi, kata dia, tujuan pembangunan dan arah kebijakan malah saling berbenturan. Menurut Manik, upaya menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia perlu bersinergi, agar penurunan prevalensi merokok dapat tercapai.   

Keterangan: Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat. Dok Ahmad Khudori/ Prohealth. pengenal

Ketua RUKKI Muhammad Bigwanto, meminta Presiden Prabowo mencopot Purbaya. Ia menilai Purbaya tidak berpihak pada kebijakan kesehatan masyarakat. ”Ia sangat-sangat mengecewakan. Menurut kami, kalau presiden memutuskan untuk mengganti menteri keuangan, itu keputusan yang sangat baik,” ujarnya. 

Apalagi, kata dia, situasi ekonomi sekarang yang kurang baik dan janji penguatan rupiah juga telah gagal.  Sementara itu, di sisi lain, Bigwanto juga menganggap Purbaya kurang memahami filosofi perpajakan. 

“Cukai itu filosofinya adalah pengendalian konsumsi bukan pendapatan negara. Dan cukai itu denda, dan denda itu kalau bisa mencapai setinggi mungkin,” kata Bigwanto. Atau, ucap dia, Purbaya sengaja tidak mau mengerti  cukai.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.