Jakarta, Arina.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (21/6/2026).
Prakirawan BMKG, Sastia, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis di Samudra Pasifik Timur, sebelah timur Filipina, dengan tekanan minimum sekitar 990 hPa dan kecepatan angin maksimum mencapai 50 knot.
“Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudra Pasifik Timur Filipina dan sekitarnya,” ujar Sastia dalam siaran prakiraan cuaca BMKG Sabtu (20/6/2026)
Selain itu, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatera Barat dan Selat Makassar. Sistem tersebut turut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sejumlah perairan Indonesia.
Menurut Sastia, kombinasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon maupun sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi.
“Perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia,” katanya.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan yang disertai petir di Pekanbaru, Pontianak, dan Tanjung Selor. Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Medan, Tanjungpinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda.
BMKG juga memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Bandar Lampung. Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan menyelimuti Banda Aceh, Bandung, dan Yogyakarta.
Di wilayah Indonesia bagian timur, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Mamuju. Sementara hujan ringan diprakirakan turun di Mataram, Kupang, Palu, Sorong, dan Nabire.
Kondisi berawan hingga berawan tebal diprediksi terjadi di Denpasar, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayapura, dan Merauke. BMKG juga mencatat adanya potensi kabut atau asap di wilayah Jayawijaya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.




Comments are closed.