Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil memetakan jaringan jamur bawah tanah secara global dan hasilnya jauh melampaui perkiraan sebelumnya: total panjang filamen jamur di seluruh permukaan Bumi mencapai lebih dari 110 kuadriliun kilometer, setara hampir satu miliar kali jarak Bumi ke Matahari. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Science dengan menganalisis lebih dari 16.000 sampel tanah dari 300 studi ilmiah yang dilakukan di berbagai wilayah dunia. Data kepadatan filamen jamur, atau hifa, dari sampel-sampel tersebut kemudian diproses menggunakan model pembelajaran mesin untuk membangun peta distribusi global di lapisan tanah atas. Ini adalah upaya pertama yang berhasil mengintegrasikan data dari ratusan penelitian lokal menjadi satu gambaran kohesif tentang ekosistem bawah tanah di tingkat planet. Jaringan hifa jamur mikoriza arbuskular yang divisualisasikan dengan pewarnaan berdasarkan ukuran radius filamen (1,5 hingga 5,0 mikrometer). Warna kuning-oranye pada bagian tengah menunjukkan hifa berdiameter lebih besar yang berfungsi sebagai jalur utama transportasi, sementara cabang-cabang ungu yang lebih tipis di bagian tepi berperan dalam penyerapan nutrisi. Jaringan ini bekerja sebagai sistem dua arah: menyalurkan air, fosfor, dan nitrogen ke tanaman, sekaligus mengangkut karbon dari tanaman ke dalam tanah. (Foto: Corentin Bisot – VU Amsterdam, AMOLF / Justin Stewart – SPUN) Jamur yang menjadi fokus studi ini adalah jamur mikoriza arbuskular, kelompok mikroorganisme yang hidup di lapisan tanah atas dan membentuk hubungan simbiosis dengan akar tanaman. Keberadaannya tidak mencolok, tapi skala dan fungsinya jauh dari sepele. Lebih dari 70 persen spesies tanaman darat bergantung pada kemitraan dengan jamur ini untuk menyerap air, fosfor, nitrogen, dan berbagai mineral dari tanah…This article was originally published on Mongabay
Jaringan Jamur Bawah Tanah Sepanjang 110 Kuadriliun Km Dipetakan untuk Pertama Kalinya
Jaringan Jamur Bawah Tanah Sepanjang 110 Kuadriliun Km Dipetakan untuk Pertama Kalinya





Comments are closed.