Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 5 Hal yang Dipelajari Orang Tua Milenial dari Gen Alpha, Makin Melek Teknologi

5 Hal yang Dipelajari Orang Tua Milenial dari Gen Alpha, Makin Melek Teknologi

5-hal-yang-dipelajari-orang-tua-milenial-dari-gen-alpha,-makin-melek-teknologi
5 Hal yang Dipelajari Orang Tua Milenial dari Gen Alpha, Makin Melek Teknologi
service

Jakarta

Saat ini, sebagian besar Generasi Milenial memiliki anak yang merupakan Generasi Alpha. Terdapat fakta menarik bahwa setelah menjadi orang tua, Gen Millennial ini justru lebih merencanakan dan tidak jarang melakukan ‘trial and error’ pada saat membesarkan anak-anaknya.

Dikutip dari laman Research World, sebuah penelitian menemukan bahwa orang tua Milenial secara profesional mengasuh anak tidak seperti generasi sebelumnya.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 69 persen Milenial menunggu hingga mereka menikah atau tinggal bersama pasangan sebelum memiliki anak. Selanjutnya, 34 persen orang tua Milenial secara aktif merencanakan dan meneliti kapan waktu terbaik untuk memiliki anak, dibandingkan dengan orang tua Generasi X.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata Generasi Milenial juga belajar banyak dari Gen Alpha. Sikap keterbukaan gen millennial ini yang membuat mereka mau belajar dari anaknya. Ya, Generasi Alpha memiliki pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan keluarga dan memengaruhi etos keluarga, Bunda.

Lantas, apa saja hal yang dipelajari orang tua Gen Milenial dari anak Gen Alpha? Simak penjelasannya dalam artikel kali ini.

1. Gen Alpha tidak malu mengungkapkan perasaan dan emosi

Dikutip dari Parents, Generasi Alpha jauh lebih berani mengungkapkan perasaan mereka daripada Generasi Millennial. Jika kita bertanya kepada mereka bagaimana kabar mereka, mereka akan mengungkapkan betapa spesifik dan detailnya mereka menjelaskan keadaan mereka.

Generasi Alpha adalah anak-anak yang tumbuh di zaman ketika kesehatan mental dianggap jauh lebih serius daripada di masa lalu. Mereka memiliki istilah dan frasa untuk menggambarkan apa yang mereka alami di dalam diri mereka.

Pelajaran bagi orang tua Milenial yakni ambil momen ini sebagai kesempatan untuk lebih memahami dan memperdalam hubungan dengan Si Kecil. Komunikasi adalah kunci ketika keadaan sulit. Semakin tinggi literasi emosional anak-anak kita, semakin kita dapat merespons dengan empati dan berada di sana untuk mereka.

2. Kesehatan mental bukan hal tabu yang dibicarakan

Generasi Milenial memainkan peran besar dalam akhirnya menghilangkan stigma terhadap masalah kesehatan mental. Generasi Milenial adalah yang pertama kali mengungkapkan beberapa hal yang sangat tenang tentang kesehatan mental, seperti bahwa bekerja hingga kelelahan bukanlah hal yang sehat atau bahwa depresi bukan berarti karakter seseorang cacat.

Gen Milenial meneruskan hal ini kepada Gen Alpha dan mereka ternyata melangkah lebih jauh ke arah yang benar. Mereka tidak takut untuk meminta bantuan atau bahkan menemui terapis secara teratur untuk mengatasi tantangan. Mereka melihat terapi sebagai bentuk perawatan diri yang teratur dan bukan tanda kelemahan serta akan dengan jujur memberi tahu apa yang sedang mereka kerjakan.

Generasi milenial dapat belajar pelajaran yang mendalam untuk tidak memikul beban berat dalam diam ketika kita melihat anak-anak kita sendiri mencontohkan perilaku mencari bantuan ini. Mereka bahkan mengingatkan untuk memberi diri kita sendiri kasih sayang dan empati yang sama seperti yang kita berikan kepada mereka dalam hidup kita sebagai orang tua yang sibuk, terutama ketika kita kewalahan.

3. Semakin melek dengan teknologi

Dikutip dari laman American College of Education, mereka dapat berkolaborasi dengan generasi lain untuk mendapatkan kiat teknologi di kelas. Generasi Alpha berada di posisi yang baik sebagai pembelajar yang paling mahir secara teknologi di masyarakat kita.

4. Peduli terhadap lingkungan

Kalau Generasi Millennial menanam pohon, Generasi Alpha menyiraminya lebih banyak daripada generasi sebelumnya. Mereka bahkan telah mengetahui tentang perubahan iklim di berita dan media sosial dan mungkin bahkan mempelajari sains di baliknya di kelas

Mereka tumbuh dengan menggunakan kembali dan mendaur ulang dan memiliki kata-kata seperti berkelanjutan (sustainable) dalam kosakata mereka. Mereka tahu apa itu “jejak karbon” dan hal-hal yang berhubungan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Tanggung jawab mereka terhadap bumi tempat kita tinggal telah tertanam dalam diri mereka sejak lahir.

5. Tidak menormalisasikan perilaku toksik

Seringkali terjadi bahwa ketika satu generasi berganti dengan generasi berikutnya, apa yang disebut normal tidak lagi dipandang seperti itu. Generasi Alpha memiliki kemampuan untuk mengenali perilaku toksik yang seharusnya tidak dinormalisasi. Misalnya, “Anak laki-laki tidak boleh menangis” atau sikap “sok tangguh”, atau kebiasaan menyenangkan orang lain yang pernah kita miliki sebelum menyadari bahwa itu merugikan kita.

Generasi Alpha cenderung lebih tegas dan kompeten. Mereka mempertimbangkan konteks, mengajukan pertanyaan jika sesuatu tidak sesuai dengan apa yang secara naluriah “benar” bagi mereka.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.