Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Pentingnya Cek Label Minuman Probiotik untuk Memperoleh Manfaat Kesehatan

Pentingnya Cek Label Minuman Probiotik untuk Memperoleh Manfaat Kesehatan

pentingnya-cek-label-minuman-probiotik-untuk-memperoleh-manfaat-kesehatan
Pentingnya Cek Label Minuman Probiotik untuk Memperoleh Manfaat Kesehatan
service

Minuman probiotik sering dipersepsikan sebagai pilihan yang selalu menyehatkan. Namun, Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Lilis Nuraida, mengingatkan perlunya mencermati informasi pada label kemasan. Termasuk, kandungan gula, jenis mikroorganisme, dan jumlah probiotik yang terkandung agar manfaat kesehatannya dapat diperoleh secara optimal.

Ia menjelaskan, probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, terutama bagi kesehatan saluran pencernaan. Berbeda dengan zat gizi, probiotik berfungsi membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

“Untuk menjalankan fungsinya sebagai probiotik pada saluran pencernaan, terutama di kolon, probiotik tidak memerlukan gula sederhana. Gula sederhana diserap oleh usus halus, sehingga pangan probiotik sebenarnya tidak perlu mengandung gula. Gula hanya sebagai pemberi rasa,” ujarnya.

Menurut Lilis, apabila suatu produk probiotik mengandung gula dalam jumlah tinggi, konsumen perlu mempertimbangkan total asupan gula hariannya agar tidak berlebihan.

Lilis menegaskan probiotik dan prebiotik merupakan dua komponen yang berbeda. Probiotik adalah mikroorganisme hidup, sedangkan prebiotik merupakan senyawa yang tidak dicerna di saluran pencernaan bagian atas dan menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme baik di kolon.

“Prebiotik umumnya berupa oligosakarida seperti fructooligosaccharide (FOS), galactooligosaccharide (GOS), dan inulin. Jika suatu produk mengandung prebiotik sekaligus probiotik, maka disebut pangan atau produk sinbiotik,” katanya.

Oligosakarida yang berperan sebagai prebiotik merupakan serat pangan. Namun, ia menambahkan tidak semua serat pangan dapat dikategorikan sebagai prebiotik karena hanya jenis serat pangan tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme probiotik.

Selain memahami perbedaan probiotik dan prebiotik, Lilis mengimbau masyarakat untuk membaca label pangan sebelum membeli produk probiotik. Menurutnya, konsumen perlu memperhatikan jenis mikroorganisme, galur yang digunakan, serta jumlah sel hidup yang tercantum pada kemasan sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ia menjelaskan untuk memperoleh manfaat probiotik, jumlah sel hidup yang dikonsumsi sebaiknya berkisar antara 100 juta hingga satu miliar sel hidup. Karena itu, kata dia, klaim kandungan probiotik pada kemasan perlu dipahami secara cermat agar konsumen mengetahui takaran konsumsi yang diperlukan.

Lilis juga menekankan bahwa menjaga kesehatan mikrobiota usus tidak hanya mengandalkan produk probiotik. Pola makan bergizi seimbang dengan konsumsi buah, sayuran, umbi-umbian, dan serealia utuh sebagai sumber prebiotik alami, disertai pembatasan gula, garam, dan lemak, merupakan cara yang baik untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan.

“Makanan bergizi seimbang dan beragam secara alami dapat mendukung pertumbuhan mikrobiota usus yang bermanfaat terhadap kesehatan. Konsumsi makanan dengan mengikuti anjuran mengurangi gula, garam, dan lemak juga akan mendukung dominasi mikrobiota usus yang menyehatkan,” tuturnya.

Ia mengingatkan tidak semua pangan fermentasi mengandung probiotik, meskipun tetap memiliki manfaat karena mengandung berbagai senyawa bioaktif selama proses fermentasi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.