Memamah biak selama ini diketahui perilaku yang identik dengan sapi, kambing, atau unta. Namun ternyata, primata berhidung besar khas Kalimantan, yakni bekantan (Nasalis larvatus), terbukti secara ilmiah melakukan regurgitasi dan mengunyah ulang. Dikutip dari media sains internasional science.org, bekantan menjadi bukti bahwa primata bisa memamah biak. Ini merupakan sebuah strategi pencernaan yang disebut hanya milik hewan berkaki empat, yang memanfaatkan mikroba di perutnya untuk mengurai serat dedaunan. Penemuan ini diungkap tim peneliti yang dipimpin Ikki Matsuda dari Universitas Kyoto pada 2011 lalu. Mereka menemukan perilaku tersebut dengan melihat video yang dikumpulkan sejak tahun 2000. Berdasarkan data tersebut, sekitar 23 monyet hidung panjang terpantau memiliki perilaku mengeluarkan makanan dari perut dan mengunyah kembali/regurgitasi. Para peneliti menekankan bahwa fenomena memamah biak pada satwa liar sebenarnya berbeda tingkatannya. Hewan pemamah biak sejati seperti sapi dan unta memiliki mekanisme penyortiran khusus di lambung yang memisahkan partikel makanan besar untuk dikunyah ulang. Dengan begitu, mereka bisa mencerna makanan dalam jumlah besar, sekaligus mengurus ukuran partikelnya dengan sangat efisien. Bekantan yang dijuluki Monyet Belanda. Foto: Rhett A Butler /Mongabay. Tahun 2023, tim peneliti yang dipimpin Jonas Bösch bersama Ikki Matsuda dan kolega menerbitkan studi lanjutan di Journal of Zoology, dengan judul “They chew by night? Night-time behaviour in a ‘ruminating’ primate, the proboscis monkey (Nasalis larvatus)”. Mereka menganalisis rekaman video inframerah perilaku malam hari dari 179 individu bekantan liar selama 35 malam. Total pengamatan diperkirakan lebih dari 251 jam di kawasan hilir Sungai Kinabatangan, Sabah, Malaysia. Hasilnya, bekantan menghabiskan lebih banyak waktu terjaga sambil beristirahat dibanding…This article was originally published on Mongabay
Ternyata Bekantan Punya Kebiasaan Memamah Biak
Ternyata Bekantan Punya Kebiasaan Memamah Biak





Comments are closed.