Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Warga Waswas Ketika Hutan Gorontalo Utara Terus Tergerus

Warga Waswas Ketika Hutan Gorontalo Utara Terus Tergerus

warga-waswas-ketika-hutan-gorontalo-utara-terus-tergerus
Warga Waswas Ketika Hutan Gorontalo Utara Terus Tergerus
service

Rifal Bobihu, tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Dari tepian desa, dia menunjuk hamparan sisi utara yang penuh pohon jabon dan sengon dalam konsesi hutan tanaman energi.  PT Gema Nusantara Jaya (GNJ). Pohon-pohon seragam itu menutup lanskap yang dulu merupakan hutan alam dan menghidupi warga Desa Bubode, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo. Kehadiran perusahaan  bukan tanpa persoalan. GNJ,  semula sebagai perusahaan hutan tanaman industri (HTI)  kini bertransformasi menjadi perusahaan multi usaha kehutanan (MUK)  ini  membawa dampak ekologis. Lanskap banyak berubah yang  akhirnya menurunkan hasil panen para petani. Sebelum GNJ hadir, kata Rifai, konsesi perusahaan itu adalah hutan lebat. Kawasan itu berfungsi menyerap air, penyangga musim, sekaligus pelindung alami desa dari cuaca ekstrem. Kini, lanskap di punggung bukit itu berubah rupa, hutan alami di atasnya  tergantikan barisan jabon dan sengon yang jadi pola tanaman industri. Warga mulai rasakan dampak dari perubahan yang berlangsung  lebih  satu dekade lalu itu . Air dari hulu datang lebih cepat dan lebih keruh dari perbukitan. Sedimen yang terbawa arus menutup daun tanaman dan merendam batang. Bagi Rifal, musim hujan kini menghadirkan cemas, bukan sekadar harap. “Perubahan itu bukan sekadar soal pemandangan. Ada rasa waswas yang menyertai setiap musim tanam. Sekarang kami menanam bukan dengan keyakinan, tapi dengan kekhawatiran,” katanya di sela kesibukan tanam jagung.  Pada Januari 2025, hujan sepanjang hari sebabkan Sungai Bubode meluap. Pada malam hari, air menerobos tanggul dan merendam sawah, kebun jagung, hingga rumah-rumah warga. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat,  2.117 keluarga terdampak. Sekitar 115 hektar sawah dan puluhan hektar kebun jagung…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.