
Bagi dua pembalap muda Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, kepulangan ke Tanah Air bukan sekadar menikmati waktu libur. Di tengah ketatnya persaingan balap dunia, momen kembali ke rumah justru menjadi kesempatan untuk memulihkan kondisi mental sekaligus mengumpulkan energi baru sebelum kembali berlaga.
Mario Aji yang tampil di kelas Moto2 dan Veda Ega di Moto3 memanfaatkan jeda kompetisi usai seri Jerman untuk berkumpul bersama keluarga.
“Setelah balap di Jerman, ada libur sekitar 3 minggu sebelum seri berikutnya di Inggris. Kepulangan kali ini sekaligus bertemu dengan keluarga,” ungkap Mario Aji dalam rangkaian kegiatan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Bagi keduanya, suasana rumah, makanan khas Indonesia, hingga kebersamaan dengan keluarga menjadi cara terbaik untuk mengembalikan semangat sebelum kembali menghadapi kerasnya persaingan di lintasan.
“Pulang ke rumah memberikan energi positif yang berbeda,” tambah Veda Ega.
Dengan kondisi mental yang lebih segar, Mario dan Veda berharap mampu tampil maksimal pada sisa musim balap sekaligus saat tampil di hadapan publik sendiri dalam MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, 9–11 Oktober mendatang.
Ajak Masyarakat Penuhi Tribun Mandalika, Indonesia Punya Dua Local Heroes
Kepulangan Mario dan Veda juga diisi dengan berbagai kegiatan promosi MotoGP Indonesia melalui Indonesian Homecoming Tour yang berlangsung di Jakarta.
Rangkaian acara dimulai dari Fans Meet & Greet di Hotel ARTOTEL dan Anjungan Sarinah, kemudian dilanjutkan dengan konvoi bersama komunitas Honda dari kawasan Gelora Bung Karno menuju Sarinah. Kehadiran dua pembalap tersebut disambut antusias ribuan penggemar yang memenuhi sejumlah titik sepanjang rute konvoi.
Dalam kesempatan itu, Mario dan Veda mengajak masyarakat Indonesia datang langsung ke Mandalika untuk memberikan dukungan dari tribun.
“Saya bangga bisa balapan di Mandalika sebagai tuan rumah. Saya dan Mas Mario pasti akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Veda.
Ia menambahkan rasa tidak sabarnya merasakan atmosfer berkendara di depan para pendukung sendiri. Karena itu, dia berharap masyarakat Indonesia bisa memenuhi tribun sirkuit dan memberikan dukungan langsung.
Dukungan penonton diyakini akan menjadi motivasi tambahan bagi dua wakil Indonesia yang akan bersaing melawan pembalap-pembalap terbaik dunia.
Raffi Ahmad hingga ITDC Optimistis Mario dan Veda Harumkan Nama Indonesia
Semangat terhadap kiprah Mario dan Veda juga datang dari berbagai pihak. Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menyebut keduanya sebagai kebanggaan Indonesia yang berhasil menembus ajang Grand Prix dunia di usia muda.
“Wah, semangat banget ya. Apalagi kita punya local heroes. Tepuk tangan buat Mario! Mario ini usianya masih 22 tahun, tapi sudah masuk ke Moto2. Kebanggaan kita nih, MotoGP. Dan juga buat Veda, mana suaranya? Umurnya 17 tahun, masuk ke Moto3,” ujar Raffi.
Ia berharap perjalanan karier keduanya terus meningkat hingga suatu saat mampu tampil di kelas MotoGP.
“Alhamdulillah hari ini kita senang banget local heroes kita bangga. Anak-anak muda yang bisa masuk ke MotoGP. Mudah-mudahan dari Moto3 naik ke Moto2, Moto2 masuk ke MotoGP,” katanya.
Optimisme serupa disampaikan Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka. Menurutnya, kehadiran Mario dan Veda membuktikan Indonesia kini bukan hanya mampu menjadi tuan rumah ajang balap kelas dunia, tetapi juga mulai melahirkan pembalap yang bisa bersaing di level internasional.
“Kehadiran Mario Aji dan Veda Ega menunjukkan Indonesia mampu menggelar event balap motor berkelas internasional sekaligus melahirkan talenta balap berkelas dunia,” ujar Troy.
“MotoGP tahun ini bukan hanya menghadirkan persaingan para pebalap terbaik dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi putra-putra terbaik Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan publik sendiri. Dukungan masyarakat dari tribun akan menjadi energi tersendiri bagi para local heroes yang membawa nama Indonesia semakin mendunia.” jelas Troy menambahkan.
Hal senada juga disampaikan Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron.
“Pertamina berharap ajang ini dapat membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak talenta muda, memperkuat ekosistem motorsport nasional, sekaligus membangun kebanggaan Indonesia di mata dunia,” ungkapnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Jakarta, Mario Aji dan Veda Ega dijadwalkan melanjutkan Indonesian Homecoming Tour ke Bali sebelum kembali menjalani agenda balap internasional. Sementara itu, penjualan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 masih memasuki periode Presale 1, dengan potongan harga hingga 30 persen untuk kategori Grandstand dan diskon hingga 20 persen untuk tiket VIP Hospitality.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.
Tim Editor




Comments are closed.