Bertahun-tahun kerja di perusahaan batubara lokal hingga asing, Unding mengaku tidak pernah melihat satwa sebanyak saat dia bekerja di PT Tambang Damai (TD), Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar 2018-2019. Tak jarang, orangutan (Pongo pygmaeus), payau atau rusa sambar (Cervus unicolor), hingga burung rangkong (Bucerotidae) menemani kesehariannya di mess pekerja masa itu. Saat dia mandi, orangutan kerap masuk dan mengambil jatah sarapannya. Bahkan ketika perjalanan ke tempat kerja, payau sering berlalu lalang. Satwa yang jarang dia temui di sekitar pemukiman, seperti macan tutul kerap memperlihatkan diri di sekitar mess. Kawanan burung pun termasuk rangkong, sering nangkring di teras mess menyambutnya sepulang kerja. Perusahaan tambang batubara tempat Unding kerja ini, persis bersebelahan dengan Taman Nasional Kutai (TNK). TD mengantongi izin konsesi 24.391 hektar, setara sepertiga Kota Samarinda. Bahkan, 19.391 hektar konsesinya masuk kawasan konservasi itu. Perusahaan mendapat izin produksi sejak 2017 dan sudah membuka dua blok galian tambang, Pit A dan Pit B. Data Kementerian Kehutanan 2020 mencatat, berbagai keanekaragaman hayati di sana, mulai burung rangkong, paok kepala bir endemik Kalimantan, orangutan, bekantan, reptil, kupu-kupu, hingga macan dahan. Saat Mongabay datangi Februari lalu, kawasan yang tumpang tindih dengan taman nasional ini justru sesak dengan sawit. Hamparan tumbuhan monokotil itu terlihat sekitar 4-7 km dari Jalan Ahmad Yani-Jalan Poros Bontang Sangatta ke kawasan TNK bagian selatan. Beberapa motor dan mobil pick up terparkir di sana, siap angkut tandan buah segar (TBS) sawit. Ada juga pembalakan liar dan bukaan lahan. Keterangan warga, bukaan lahan itu bukan untuk tambang, melainkan untuk sawit. Ironisnya, lokasi…This article was originally published on Mongabay
Ketika Konsesi Tambang dan Sawit Gerogoti Taman Nasional Kutai
Ketika Konsesi Tambang dan Sawit Gerogoti Taman Nasional Kutai





Comments are closed.