Tue,4 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Resmi, Masyarakat Diminta Waspada

BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Resmi, Masyarakat Diminta Waspada

bpjs-kesehatan-tegaskan-bot-telegram-edabu-bukan-resmi,-masyarakat-diminta-waspada
BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Resmi, Masyarakat Diminta Waspada
service
BPJS Kesehatan EDABU Telegram
Foto: Generated by AI

Teknologi.id – BPJS Kesehatan menegaskan bahwa bot Telegram bernama “EDABU BPJS BOT” bukan merupakan layanan resmi milik lembaga tersebut. Klarifikasi ini disampaikan setelah muncul informasi mengenai dugaan penjualan data pribadi melalui bot tersebut.

BPJS Kesehatan memastikan bot tersebut tidak dibuat, tidak dimiliki, dan tidak dikelola oleh pihaknya. Selain itu, data yang diklaim diperjualbelikan di dalam bot juga disebut bukan berasal dari sistem BPJS Kesehatan.

Baca juga: Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Gelapkan Langit Makkah, Kapan Terjadi?

BPJS Kesehatan Pastikan EDABU BPJS BOT Bukan Kanal Resmi

Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Minggu (2/8/2026), BPJS Kesehatan memberikan klarifikasi terkait beredarnya bot Telegram yang mengatasnamakan layanan mereka.

Dalam pernyataan tersebut, BPJS Kesehatan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mempercayai bot tersebut karena bukan bagian dari layanan resmi.

Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga membantah isu yang menyebut data di dalam bot berasal dari database mereka.

Menurut BPJS Kesehatan, informasi yang ditampilkan pada bot tersebut memiliki format dan struktur yang berbeda dengan data yang tersimpan dalam sistem resmi mereka.

Bot Menawarkan Berbagai Pencarian Data Berbayar

Dalam klarifikasinya, BPJS Kesehatan turut memperlihatkan tangkapan layar antarmuka bot Telegram tersebut.

Bot itu menawarkan berbagai layanan pencarian data menggunakan sistem token berbayar.

Beberapa menu yang ditampilkan antara lain:

  • Pencarian Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Data Kartu Keluarga (KK)
  • Data siswa
  • Data perusahaan
  • Informasi gaji
  • Pembelian token untuk mengakses data

Keberadaan fitur-fitur tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan data pribadi.

Namun, BPJS Kesehatan kembali menegaskan bahwa layanan tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan dengan institusinya.

BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Waspada Penipuan

Selain memberikan klarifikasi, BPJS Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga tersebut.

Masyarakat diminta tidak sembarangan mempercayai layanan digital yang menggunakan nama BPJS Kesehatan tanpa verifikasi.

BPJS Kesehatan juga mengingatkan bahwa penyebaran maupun penyalahgunaan data pribadi merupakan tindakan yang melanggar hukum.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga keamanan informasi pribadi dan tidak memberikan data sensitif kepada pihak yang tidak jelas.

Baca juga: Telegram Sempat Hilang dari App Store Global, Kini Sudah Kembali, Ada Apa?

Gunakan Hanya Kanal Resmi BPJS Kesehatan

Untuk mengakses layanan kepesertaan maupun informasi resmi, BPJS Kesehatan meminta masyarakat hanya menggunakan kanal resmi berikut:

  • Aplikasi Mobile JKN
  • Layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8165-165
  • Care Center 165

BPJS Kesehatan juga mengajak masyarakat ikut menyebarkan klarifikasi ini agar semakin banyak orang terhindar dari informasi yang menyesatkan dan potensi penipuan digital.

Kesimpulan

BPJS Kesehatan memastikan bahwa EDABU BPJS BOT di Telegram bukan layanan resmi dan tidak memiliki hubungan dengan institusi tersebut. BPJS Kesehatan juga menegaskan bahwa data yang beredar melalui bot itu bukan berasal dari sistem mereka.

Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan kanal resmi BPJS Kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga pemerintah.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.