Tue,4 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Di “Workshop Barista Inklusif Treestori”, Peserta Belajar Percaya Diri dan Meracik Kopi

Di “Workshop Barista Inklusif Treestori”, Peserta Belajar Percaya Diri dan Meracik Kopi

di-“workshop-barista-inklusif-treestori”,-peserta-belajar-percaya-diri-dan-meracik-kopi
Di “Workshop Barista Inklusif Treestori”, Peserta Belajar Percaya Diri dan Meracik Kopi
service

4 Agustus 2026 12.51 WIB • 2 menit

Aroma kopi yang kuat mewarnai rangkaian Workshop Barista Inklusif 2026 yang digelar Treestori Coffee. Dengan total 220 peserta dari beragam latar belakang, termasuk 110 di antaranya adalah teman disabilitas, mereka tampak bersuka cita mengikuti program ini.

Kegiatan ini menjadi salah satu program pemberdayaan penyandang disabilitas dari Treestori Coffee, yang mana selama ini juga berfokus pada pelatihan vokasi dan pembukaan lapangan kerja di sektor kuliner dan minuman.

Lewat workshop ini, tim Treestori berupaya memperluas akses pelatihan, menumbuhkan kesadaran publik soal pentingnya inklusi, sekaligus membuka lebih banyak pintu bagi teman disabilitas untuk belajar dan berkarya.

Peserta disabilitas yang hadir memiliki kondisi yang beragam, mulai dari autisme, down sindrom, disabilitas intelektual, tuli, cerebral palsy, hingga ADHD. Mereka tidak datang sendiri, melainkan didampingi orang tua, guru, dan pendamping, membaur dengan mahasiswa, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini berlangsung dalam tiga etape: dimulai di PUPA Center, dilanjutkan di Aula TK Santa Maria Fatima, dan ditutup di WTC Mangga Dua.

Treestori berupaya untuk membangun pemahaman antara teman disabilitas dan berbagai elemen masyarakat, bahwa setiap orang berhak atas kesempatan yang setara untuk berkembang.

“Kami ingin masyarakat melihat kemampuan, bukan keterbatasannya. Inklusi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga tentang membuka ruang agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh dan berkarya,” ujar Christyana Henrietta.

Materinya pun tidak sebatas teori. Peserta diajak mengenal seluk-beluk kopi, cara memakai peralatan barista, teknik meracik minuman, sampai simulasi melayani pelanggan secara langsung.

Pendekatan berbasis praktik ini dipilih dengan harapan bisa mengurangi stigma terhadap disabilitas. Adapun, pemilihan profesi barista bukan tanpa alasan.

Industri food and beverage dipandang sebagai sektor yang terus tumbuh dengan peluang kerja yang luas. Selain keterampilan teknis meracik minuman, profesi ini juga menuntut kemampuan komunikasi, pelayanan pelanggan, kerja sama tim, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Kegiatan ditutup dengan talkshow dengan judul “Masa Depan Anak Disabilitas: Percaya Diri, Mandiri, dan Siap Berkarya!” yang menghadirkan 4 narasumber lintas bidang: pemerhati anak Kak Seto (Prof. Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si.), terapis okupasi sekaligus pendiri GENESIS Human Development & Therapy Centre dan BEDA Learning Solutions, Benget Simanullang, S.St.OT, MARS, penasihat keuangan Amelia Mursalim, serta Santy Sutanto yang berbicara dari sudut pandang orang tua Barista Hebat Treestori.

Diskusi tersebut mengupas berbagai sisi persiapan masa depan anak disabilitas, termasuk juga urgensi menumbuhkan kepercayaan diri sejak dini, peran intervensi dan pelatihan vokasi, perencanaan keuangan keluarga, hingga pengalaman nyata pendampingan dari orang tua.

Ke depan, Treestori berharap semakin banyak sekolah, perusahaan, komunitas, dan elemen masyarakat lain ikut ambil bagian membangun ekosistem yang lebih inklusif.

Dengan begitu, makin banyak teman disabilitas mendapat akses ke pelatihan, pekerjaan, dan ruang untuk mengembangkan potensi terbaik mereka.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.