Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Agama mwanzae, Kadal Penghuni Bebatuan Sabana yang Seolah Mengenakan Kostum “Spider-Man”

Agama mwanzae, Kadal Penghuni Bebatuan Sabana yang Seolah Mengenakan Kostum “Spider-Man”

agama-mwanzae,-kadal-penghuni-bebatuan-sabana-yang-seolah-mengenakan-kostum-“spider-man”
Agama mwanzae, Kadal Penghuni Bebatuan Sabana yang Seolah Mengenakan Kostum “Spider-Man”
service

Di antara keanekaragaman reptil dunia, sejumlah spesies memiliki ciri visual yang mencolok. Salah satu contohnya adalah Agama mwanzae, kadal dengan perpaduan warna kepala hingga bahu merah violet cerah, serta tubuh dan ekor berwarna biru tua. Kombinasi warna ini membuat Agama mwanzae dikenal secara internasional sebagai “kadal Spider-Man” karena kemiripannya dengan warna kostum karakter superhero populer. Di balik julukan tersebut, Agama mwanzae, yang juga dikenal dengan nama Mwanza flat-headed rock agama atau kadal agama batu berkepala pipih Mwanza, merupakan spesies reptil yang menghuni kawasan sabana dan ekosistem berbatu di Afrika Timur. Menurut The Reptile Database, wilayah persebarannya mencakup Tanzania, Kenya, dan Rwanda. Agama mwanzae merupakan anggota famili Agamidae. Ahli zoologi Arthur Loveridge pertama kali mendeskripsikannya pada 1923. Nama “mwanzae” merujuk pada wilayah Mwanza di Tanzania, lokasi asal spesimen yang digunakan dalam deskripsi awalnya. Habitatnya meliputi sabana, kawasan semi kering, serta lingkungan dengan banyak singkapan batu. Warna dan Habitat di Bebatuan Sabana Kepala, leher, dan bahu pejantan dominan dapat berwarna merah terang hingga violet. Tubuh dan ekornya berwarna biru tua. Warna ini tidak dimiliki semua individu. Betina, pejantan muda, dan pejantan subordinat memiliki warna yang lebih redup, umumnya cokelat atau abu-abu dengan pola gelap yang membantu menyamarkan tubuh di antara tanah dan bebatuan. Perbedaan fisik antara jantan dan betina disebut dimorfisme seksual. Pada kadal agama, warna pejantan dapat berperan dalam komunikasi visual, digunakan saat berinteraksi dengan betina atau menghadapi pejantan lain. Secara umum, warna kulit reptil terbentuk melalui sel pigmen dan sel pemantul cahaya, namun penelitian mengenai mekanisme pembentukan warna merah dan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.