Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Nirwana Nusa Penida melaksanakan program pengabdian pengembangan ketahanan pangan melalui pertanian terpadu di Pulau Nusa Lembongan, Bali. Salah satu program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN adalah optimalisasi pakan ayam agar mendapatkan telur yang berstandar omega.
Mutia Rahma Nursukayat, anggota tim KKN dari Fakultas Peternakan menjelaskan optimalisasi pakan ayam yang ia kembangkan dengan memanfaatkan sampah organik dari sisa nasi dan lauk yang dicampur dengan formulasi jagung terbukti memiliki kandungan beta-karoten tinggi sebagai pigmen alami. Selain itu, ada penambahan premix yang mengandung vitamin, mineral, dan mikroelemen esensial berguna untuk keseimbangan nutrisi pakan, produktivitas telur dan kualitas kerabang.
Selain itu, ditambahkan juga komponen hayati dari kawasan pantai yang mengandung plankton alami, sebagai penunjang peningkatan nutrisi alami. “Kami mencoba mencampurkan sisa nasi, lauk dengan premix dan beberapa plankton sehingga menghasilkan telur berstandar omega yang dilihat dari warna kuning telurnya,” ucapnya, Kamis, 6 Agustus 2026 di laman UGM.
Menurut Rahma, program ini dilakukan dalam skala rumah tangga pada salah satu rumah milik alumni UGM, Wahyu Yoga. Kegiatan pemeliharaan dan pendampingan berlangsung dari 3 Juli hingga 25 Juli 2026. Selama periode tersebut, tim KKN UGM melakukan pemantauan terhadap manajemen pemeliharaan, pemberian pakan, serta perkembangan produksi unggas.
Selanjutnya, transisi perubahan warna yolk sudah mulai terjadi dalam 1 minggu, ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) betina menghasilkan telur 2-3 butir per ekornya. Hal ini mengindikasi bahwa ternak sudah beradaptasi dengan formulasi pakan yang diberikan tanpa menurunkan produktivitasnya.
Intensitas warna telur yang berubah menjadi oranye cerah dipengaruhi dengan kandungan pigmen karotenoid yang tinggi, khususnya beta-karoten dan xantofil, dari penambahan premix. “Kerabang telur teramati memiliki struktur yang tampak lebih tebal dan kuat dari sebelumnya, diduga berkaitan dengan asupan mineral, serta formulasi pakan,” katanya.
Rahma menambahkan sebagai bentuk evaluasi kualitas produk, telur diolah sebagai produk siap konsumsi. Berdasarkan pengamatan secara visual menunjukan warna yolk tetap tampak cerah setelah proses pengolahan, tidak ada aroma amis, dan tidak menghasilkan aroma yang tidak sedap lainnya.
“Orang-orang di rumah awalnya khawatir sandwich ini akan berbau amis seperti telur bebek, namun setelah dicoba, ternyata sama sekali tidak amis, malah enak,” ujar Wahyu Yoga.
Wayan Sukarata, selaku pemilik peternakan ayam ini menerima dengan baik program yang dilakukan Rahma dan tim. Ia menyatakan mampu menerapkan formulasi pakan dan manajemen pemeliharaan dengan baik secara mandiri setelah pendampingan berakhir.
“Saya akan melanjutkan untuk pemberian pakan menggunakan premix ini, saya juga akan mencoba untuk diberikan ke ayam betina yang telurnya buat anakan,’’ ujarnya.
Setelah berhasil melakukan pendampingan dalam skala rumah tangga, Rahma dan tim menambah cakupan dalam skala perkebunan di Kebun Dharma. Kawasan ini dimanfaatkan untuk pemeliharaan berbagai jenis unggas, termasuk ayam KUB dan bebek, sehingga mendukung penerapan konsep integrated farming.
Pengembangan kawasan peternakan dilakukan secara bertahap, dimulai dari optimalisasi lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan hingga sekarang menjadi area yang layak untuk pemeliharaan ternak.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida, menunjukkan pengelolaan limbah organik tidak hanya mampu mengurangi permasalahan lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi melalui produksi pangan yang lebih berkualitas.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah kepulauan maupun daerah lain dengan karakteristik serupa. “Semoga limbah sisa makanan di sini berkurang dengan menjadikannya sebagai bahan pakan ayam yang bisa jadi berkualitas dilihat dari kondisi telur yang dihasilkan berstandar omega,” kata Rahma.





Comments are closed.