Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Menengok Stasiun Manggarai yang Pernah Jadi Saksi Pindahnya Ibu Kota RI ke Yogyakarta

Menengok Stasiun Manggarai yang Pernah Jadi Saksi Pindahnya Ibu Kota RI ke Yogyakarta

menengok-stasiun-manggarai-yang-pernah-jadi-saksi-pindahnya-ibu-kota-ri-ke-yogyakarta
Menengok Stasiun Manggarai yang Pernah Jadi Saksi Pindahnya Ibu Kota RI ke Yogyakarta
service

Stasiun Manggarai | Desta231206/WikimediaCommons


Stasiun Manggarai merupakan sebuah stasiun besar di Jakarta Selatan yang sudah ada sejak era kolonial. Berada di ketinggian +13 meter di atas permukaan laut (mdpl), Stasiun Manggarai adalah stasiun terluas di Jakarta. Luasnya mencapai kurang lebih 2,47 hektare.

Stasiun ini merupakan sebuah kompleks yang sangat besar, termasuk Stasiun LRT Manggarai. Selain itu, stasiun ini juga melayani kereta api bandara dan kereta komuter yang menghubungkan Jabodetabek.

Stasiun Manggarai enjadi salah satu stasiun padat. Namun, di balik riuh ramainya penumpang yang berlalu-lalang tiap harinya, ternyata stasiun ini menyimpan kisah luar biasa. Ada apa?

Titik Keberangkatan KLB Pertama

Tahukah Kawan GNFI jika Stasiun Manggarai menjadi titik vital dalam upaya pemindahan ibu kota ke Yogyakarta? Kala itu, Kereta Luar Biasa (KLB) pertama kali dioperasikan pada 3 Januari 1946 saat situasi Jakarta sedang dalam keadaan genting.

Pasukan Belanda yang membonceng sekutu mulai menguasai kota dan mengancam keselamatan para pimpinan negara di Jalan Pegangsaan Timur. Dalam kondisi terdesak tersebut, ide pemindahan pusat pemerintahan ke Yogyakarta muncul sebagai strategi utama untuk mempertahankan eksistensi Republik.

Sebuah rangkaian yang terdiri dari delapan gerbong disiapkan secara khusus untuk misi berisiko tinggi tersebut. Lokomotif uap seri C2849, disiapkan untuk membawa Presiden Soekarno bertolak ke Yogyakarta.

Merangkum dari berbagai sumber, Lokomotif itu juga menarik gerbong bernomor IL.7 dan IL.8. Gerbong inni ada di bagian paling belakang rangkaian dan ditempati oleh rombongan Presiden RI.

Perjalanan itu sangat menegangkan. Dengan kereta yang belum bisa melaju secepat sekarang, tentu banyak kekhawatiran awak penumpang selama perjalanan, entah ketahuan oleh Belanda maupun hal lainnya. Bahkan, konon lampu dimatikan dan jendela kereta ditutup demi alasan keamanan.

Walhasil, setelah perjalanan panjang dari Jakarta, rombongan tiba di Yogyakarta dengan aman dan selamat.

Jejak Kolonial dan Warisan Arsitektur J. van Gendt

Sejak abad ke-17, kawasan Manggarai dikenal sebagai tempat tinggal sekaligus lokasi pasar budak bagi orang-orang asal Manggarai, Flores. Perkembangannya kemudian berubah drastis saat perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen (SS), mulai menata ulang jalur kereta di Batavia dan Meester Cornelis.

Pembangunan stasiun megah ini dimulai pada tahun 1914 di bawah tangan dingin arsitek Belanda, Ir. J. van Gendt. Stasiun ini akhirnya resmi dibuka untuk umum pada 1 Mei 1918 meski saat itu atap besinya belum selesai karena kendala Perang Dunia I.

Gaya arsitekturnya yang khas mengusung konsep Nieuw Indische Bouwstijl yang menggabungkan estetika Eropa dengan adaptasi iklim tropis. Hingga saat ini, tidak banyak yang berubah dari Stasiun Manggarai.

Bahkan, pemerintah juga menetapkan stasiun ini sebagai bangunan Cagar Budaya yang ditetapkan pada 12 Januari 1999. Dengan adanya status ini, bangunan lama yang merupakan peninggalan SS tetap dipertahankan keasliannya.

Uniknya, stasiun ini ternyata juga pernah dijadikan lokasi syuting film horor. Mungkin Kawan GNFI ada yang familier dengan film Kereta Hantu Mannggarai dan Kereta Setan Manggarai. Nah, keduanya menggunakan latar Stasiun Manggarai sebagai lokasi pengambilan gambar.

Pusat Integrasi Transportasi di Jabodetabek

Stasiun Manggarai sangat vital karena merupakan stasiun sentral besar yang melayani ribuan pergerakan penumpang setiap jamnya. Lokasinya pun sangat strategis karena berada tepat di persimpangan tujuh arah yang menghubungkan jalur-jalur utama menuju Jatinegara, Jakarta Kota, hingga Bogor.

Disadur dari akun resmi Instagram PT KAI (Persero), @keretaapikita, Stasiun Manggarai terintegrasi dengan layanan transportasi lain di ibu kota, yakni TransJakarta, Terminal Manggarai, transportasi daring, dan direncanakan terhubung dengan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai.

Layanan kereta di stasiun ini terhubung dengan Bogor Line, Bekasi Line, Serpong Line, Tangerang Line, Tanjung Priok Line, dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.