Stasiun Manggarai | Desta231206/WikimediaCommons
Stasiun Manggarai merupakan sebuah stasiun besar di Jakarta Selatan yang sudah ada sejak era kolonial. Berada di ketinggian +13 meter di atas permukaan laut (mdpl), Stasiun Manggarai adalah stasiun terluas di Jakarta. Luasnya mencapai kurang lebih 2,47 hektare.
Stasiun ini merupakan sebuah kompleks yang sangat besar, termasuk Stasiun LRT Manggarai. Selain itu, stasiun ini juga melayani kereta api bandara dan kereta komuter yang menghubungkan Jabodetabek.
Stasiun Manggarai enjadi salah satu stasiun padat. Namun, di balik riuh ramainya penumpang yang berlalu-lalang tiap harinya, ternyata stasiun ini menyimpan kisah luar biasa. Ada apa?
Titik Keberangkatan KLB Pertama
Tahukah Kawan GNFI jika Stasiun Manggarai menjadi titik vital dalam upaya pemindahan ibu kota ke Yogyakarta? Kala itu, Kereta Luar Biasa (KLB) pertama kali dioperasikan pada 3 Januari 1946 saat situasi Jakarta sedang dalam keadaan genting.
Pasukan Belanda yang membonceng sekutu mulai menguasai kota dan mengancam keselamatan para pimpinan negara di Jalan Pegangsaan Timur. Dalam kondisi terdesak tersebut, ide pemindahan pusat pemerintahan ke Yogyakarta muncul sebagai strategi utama untuk mempertahankan eksistensi Republik.
Sebuah rangkaian yang terdiri dari delapan gerbong disiapkan secara khusus untuk misi berisiko tinggi tersebut. Lokomotif uap seri C2849, disiapkan untuk membawa Presiden Soekarno bertolak ke Yogyakarta.
Merangkum dari berbagai sumber, Lokomotif itu juga menarik gerbong bernomor IL.7 dan IL.8. Gerbong inni ada di bagian paling belakang rangkaian dan ditempati oleh rombongan Presiden RI.
Perjalanan itu sangat menegangkan. Dengan kereta yang belum bisa melaju secepat sekarang, tentu banyak kekhawatiran awak penumpang selama perjalanan, entah ketahuan oleh Belanda maupun hal lainnya. Bahkan, konon lampu dimatikan dan jendela kereta ditutup demi alasan keamanan.
Walhasil, setelah perjalanan panjang dari Jakarta, rombongan tiba di Yogyakarta dengan aman dan selamat.
Jejak Kolonial dan Warisan Arsitektur J. van Gendt
Sejak abad ke-17, kawasan Manggarai dikenal sebagai tempat tinggal sekaligus lokasi pasar budak bagi orang-orang asal Manggarai, Flores. Perkembangannya kemudian berubah drastis saat perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen (SS), mulai menata ulang jalur kereta di Batavia dan Meester Cornelis.
Pembangunan stasiun megah ini dimulai pada tahun 1914 di bawah tangan dingin arsitek Belanda, Ir. J. van Gendt. Stasiun ini akhirnya resmi dibuka untuk umum pada 1 Mei 1918 meski saat itu atap besinya belum selesai karena kendala Perang Dunia I.
Gaya arsitekturnya yang khas mengusung konsep Nieuw Indische Bouwstijl yang menggabungkan estetika Eropa dengan adaptasi iklim tropis. Hingga saat ini, tidak banyak yang berubah dari Stasiun Manggarai.
Bahkan, pemerintah juga menetapkan stasiun ini sebagai bangunan Cagar Budaya yang ditetapkan pada 12 Januari 1999. Dengan adanya status ini, bangunan lama yang merupakan peninggalan SS tetap dipertahankan keasliannya.
Uniknya, stasiun ini ternyata juga pernah dijadikan lokasi syuting film horor. Mungkin Kawan GNFI ada yang familier dengan film Kereta Hantu Mannggarai dan Kereta Setan Manggarai. Nah, keduanya menggunakan latar Stasiun Manggarai sebagai lokasi pengambilan gambar.
Pusat Integrasi Transportasi di Jabodetabek
Stasiun Manggarai sangat vital karena merupakan stasiun sentral besar yang melayani ribuan pergerakan penumpang setiap jamnya. Lokasinya pun sangat strategis karena berada tepat di persimpangan tujuh arah yang menghubungkan jalur-jalur utama menuju Jatinegara, Jakarta Kota, hingga Bogor.
Disadur dari akun resmi Instagram PT KAI (Persero), @keretaapikita, Stasiun Manggarai terintegrasi dengan layanan transportasi lain di ibu kota, yakni TransJakarta, Terminal Manggarai, transportasi daring, dan direncanakan terhubung dengan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai.
Layanan kereta di stasiun ini terhubung dengan Bogor Line, Bekasi Line, Serpong Line, Tangerang Line, Tanjung Priok Line, dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News





Comments are closed.