ASEAN Smoke-free Awards (ASA) yang kedua diserahkan hari ini dalam upacara pembukaan Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN (AHMM) di Melaka, yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Kementerian Kesehatan Malaysia. Inisiatif ini dipimpin oleh Pemerintah Laos (Lao PDR) di bawah Klaster Kesehatan ASEAN 1, bekerja sama dengan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) dan Sekretariat ASEAN.
Penghargaan ini mengapresiasi pencapaian kebijakan bebas asap rokok di tingkat daerah (sub-nasional) dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat, serta sejalan dengan Agenda Pembangunan Kesehatan ASEAN Pasca-2015 dan Deklarasi ASEAN Tahun 2017 tentang Budaya Pencegahan.
Kota Baguio, Filipina, meraih Penghargaan Emas setelah melalui proses seleksi yang ketat. George Town di Penang, Malaysia, meraih Perak, sementara lima pemerintah daerah dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Thailand menerima Perunggu. Singapura menerima sertifikat Pengakuan Khusus atas penegakan aturan bebas asap rokok yang konsisten dan luar biasa.
“Para penerima penghargaan tahun ini membuktikan bahwa kebijakan kawasan bebas asap rokok yang ketat dan ditegakkan dengan tegas dapat diwujudkan serta sangat diperlukan demi menyelamatkan jutaan nyawa dari epidemi tembakau yang mematikan,” ujar Dr. Ulysses Dorotheo, Direktur Eksekutif SEATCA.
“SEATCA akan terus bekerja sama dengan kota-kota ini untuk mengembangkan pencapaian mereka saat ini. Kami yakin pemerintah lain di Asia Tenggara akan terinspirasi oleh pencapaian ini. Pemerintah daerah menunjukkan bahwa lingkungan bebas asap rokok dapat dan harus menjadi standar di seluruh kawasan dengan cara menolak dengan tegas berbagai tantangan dari industri tembakau serta mengutamakan kesehatan masyarakat.”
“Kami bangga dapat memimpin inisiatif ASEAN Smoke-Free Awards di bawah naungan ASEAN Health Cluster 1 bersama SEATCA dan Sekretariat ASEAN,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Laos (Lao PDR).
“Penyelenggaraan kedua ini mencerminkan komitmen bersama kita di tingkat kawasan untuk mewujudkan komitmen tingkat tinggi ASEAN menjadi perlindungan nyata bagi masyarakat kita. Laos akan terus bekerja sama dengan seluruh negara anggota untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan bebas asap rokok.”
Penghargaan ASEAN Smoke-Free Awards (ASA) merupakan kelanjutan dari kampanye “Menuju ASEAN Bebas Asap Rokok” (*Towards a Smoke-free ASEAN*) yang digagas pada bulan Maret 2012 dalam Konferensi Dunia tentang Tembakau atau Kesehatan (*World Conference on Tobacco or Health*) di Singapura, di bawah kepemimpinan mendiang Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Surin Pitsuwan.
Inisiatif ini—yang pertama kali disetujui pada pertemuan ke-4 *ASEAN Health Cluster 1* di Vientiane—memberikan penghargaan kepada badan administratif tingkat sub-nasional yang berhasil menerjemahkan diplomasi kesehatan kawasan menjadi kebijakan lokal yang nyata dan mampu menyelamatkan nyawa.
Upacara perdana ASA diselenggarakan pada tanggal 8 Agustus 2024 di Vientiane, Laos (Lao PDR). Kota Iloilo, Filipina, meraih penghargaan ASA Emas (*Gold Award*) untuk pertama kalinya karena mencapai skor evaluasi tertinggi; Kota Bogor, Indonesia, menerima penghargaan Perak (*Silver Award*); sementara penghargaan Perunggu (*Bronze Award*) diberikan kepada Kotamadya Saensuk, Thailand, dan Bagan, Myanmar.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai para penerima penghargaan tahun 2026 serta inisiatif bebas asap rokok mereka yang komprehensif, silakan akses dokumen di bawah ini:
SEATCA adalah aliansi non-pemerintah lintas sektor yang mempromosikan kesehatan dan penyelamatan nyawa dengan membantu negara-negara ASEAN mempercepat dan menerapkan secara efektif langkah-langkah pengendalian tembakau yang tercantum dalam Konvensi Kerangka Kerja WHO tentang Pengendalian Tembakau (*WHO Framework Convention on Tobacco Control* atau FCTC).
SEATCA merupakan entitas ASEAN yang terakreditasi dan berstatus sebagai Pengamat (*Observer*) resmi pada Konferensi Para Pihak (*Conference of Parties*) WHO FCTC.
WHO telah menganugerahkan Penghargaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (*World No Tobacco Day Award*) kepada SEATCA pada tahun 2004 dan Penghargaan Pengakuan Khusus Direktur Jenderal WHO (*WHO Director-General’s Special Recognition Award*) pada tahun 2014.





Comments are closed.