Hutan hujan Amazon sering digambarkan sebagai ekosistem yang dipenuhi kicauan burung yang melodius dan menenangkan. Namun, di balik kanopi tebal pegunungan Brasil utara, terdapat sebuah anomali akustik yang mematahkan anggapan tersebut. Bukan auman predator besar atau gemuruh mesin penebang kayu yang mendominasi frekuensi suara di sana, melainkan pekikan tajam dari seekor burung berukuran sedang yang dikenal sebagai White Bellbird (Procnias albus) atau Burung Lonceng Putih. Burung ini bukan sekadar berisik; ia adalah pemegang rekor dunia. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Current Biology secara resmi menobatkan White Bellbird sebagai burung dengan suara terkeras yang pernah didokumentasikan oleh ilmu pengetahuan. Para peneliti mencatat bahwa pejantan spesies ini mampu menghasilkan tekanan suara yang mencapai puncaknya pada angka 125 desibel (dB), sebuah intensitas yang jauh melampaui kemampuan vokal spesies burung manapun di muka bumi, termasuk pemegang rekor sebelumnya, Screaming Piha. Angka 125 desibel bukanlah tingkat kebisingan yang remeh. Sebagai perbandingan, intensitas ini setara dengan suara pesawat jet tempur saat lepas landas atau bunyi sirene darurat dalam jarak dekat. Tingkat kebisingan tersebut bahkan sudah melampaui ambang batas aman bagi pendengaran manusia jika terpapar tanpa pelindung. Fakta bahwa kekuatan sonik sedahsyat ini dihasilkan oleh makhluk biologis yang hanya seukuran merpati, bukan mesin mekanis, menjadikan White Bellbird salah satu fenomena bioakustik paling mencengangkan dalam dunia hewan. Seekor White Bellbird jantan di habitat alaminya. Meski tampak tenang, burung ini memiliki kapasitas anatomi untuk menghasilkan pekikan yang lebih keras dari gergaji mesin. (Foto: Christoph Moning / CC BY 4.0) White Bellbird merupakan bagian dari keluarga Cotinga, kelompok…This article was originally published on Mongabay
Lebih Bising dari Jet Tempur: Burung Lonceng Putih, Burung dengan Suara Terkeras di Dunia
Lebih Bising dari Jet Tempur: Burung Lonceng Putih, Burung dengan Suara Terkeras di Dunia





Comments are closed.