Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 telah mendapatkan persetujuan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis, 15 Januari 2026.
Dengan diperolehnya persetujuan tersebut, Vale saat ini fokus untuk mengembalikan seluruh kegiatan operasional dan konstruksi di Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi berlandaskan pada aspek keselamatan sebagai prioritas utama sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku,
sehingga dapat berjalan secara optimal guna mengejar ketertinggalan akibat penghentian sementara yang sebelumnya dilakukan.
Perlu diketahui, persetujuan RKAB 2026 merupakan implementasi kebijakan Pemerintah yang kembali menerapkan mekanisme persetujuan RKAB tahunan, menggantikan skema sebelumnya yang berbasis tiga tahunan secara terintegrasi dengan perijinan dasar lainnya. PT Vale menyambut baik kepastian ini sebagai fondasi penting untuk menjaga disiplin produksi, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan industri nikel nasional.
“Dengan dasar perizinan yang lengkap, seluruh kegiatan kami kini berjalan kembali secara normal, patuh, dan berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto.
Dengan berlakunya RKAB 2026, Vale akan melanjutkan rencana operasional dan produksi sesuai dengan persetujuan yang diberikan, serta memastikan kesinambungan pasokan bagi industri pengolahan dan pemurnian nasional.
Pergerakan Saham
Adapun pada sesi I perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, saham INCO terpantau melemah sebesar 1,17 persen atau 75 poin ke level 6.325.
Mengutip data Stockbit, dalam periode satu minggu, saham INCO masih mencatatkan kenaikan 5,42 persen, bergerak dari area 5.800 menuju kisaran 6.950.
Penguatan masih berlanjut pada periode satu bulan dengan lonjakan 64,71 persen, dengan pergerakan harga dari level sekitar 3.830 ke area 6.950.
Secara tiga bulan, saham emiten nikel ini menguat 48,13 persen, sementara dalam rentang enam bulan (6M) kenaikan harga tercatat mencapai 82,80 persen, dari area 3.320 menuju kisaran 6.950.
Dari sisi year to date (YTD), saham INCO telah naik 22,22 persen, sedangkan secara tahunan penguatan mencapai 71,88 persen dari kisaran 1.825 menuju area 6.950.
Namun demikian, kinerja jangka lebih panjang masih menunjukkan dinamika berbeda. Dalam periode tiga tahun, saham INCO tercatat melemah 13,11 persen, sementara dalam lima tahun turun 2,25 persen.
Adapun dalam rentang 10 tahun, saham ini masih membukukan kenaikan kumulatif 354,33 persen, dengan harga bergerak dari kisaran 1.314 menuju area 8.627. (*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.