Karut marut pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) hingga kini belum juga menemukan jalan keluar. Nasib sekitar 900 satwa kini menggantung, belum ada kejelasan, menunggu keputusan Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Sejauh ini, kebun binatang yang berusia hampir satu abad itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung fungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Pada musim liburan, warga masih bisa berkunjung dengan skema donasi sukarela untuk pemenuhan pakan satwa. Pasalnya, lembaga konservasi eks situ ini sangat bergantung pada aktivitas kunjungan. Penghentian kegiatan wisata berdampak langsung pada terhentinya pemasukan dari tiket, yang jadi sumber utama pendanaan operasional. Kebutuhan pakan satwa sekitar Rp14 juta per hari, lebih dari Rp400 juta per bulan. Kondisi ini menimbulkan tekanan serius terhadap keberlangsungan operasional lembaga itu. Masalah kian pelik karena penghentian operasional berlangsung sejak Agustus 2025, yang langsung memutus sumber pendanaan utama dari penjualan tiket. Momentum libur panjang sekolah dan Tahun Baru, mereka manfaatkan untuk membuka kembali akses kunjungan, meski tanpa penjualan tiket. Sebagai gantinya, pengunjung diminta memberikan donasi pakan. Skema ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap berwisata tanpa beban biaya masuk tetap, sekaligus berkontribusi langsung pada pemenuhan kebutuhan pakan satwa. Strategi itu menarik minat dan antusiasme warga kembali berkunjung ke Bandung Zoo, meski operasional berlangsung secara terbatas. Pengunjung berjalan di dalam kawasan Bandung Zoo saat dibuka secara terbatas pada momen libur panjang. Skema kunjungan tanpa tiket diberlakukan di tengah krisis pakan dan ketidakpastian pengelolaan kebun binatang itu. Foto: Donny Iqbal/Mongabay Indonesia Erni, warga Ciumbuleuit, Kota Bandung, merasa gembira kebun binatang buka…This article was originally published on Mongabay
Nasib Satwa Bandung Zoo Ketika Pengelolaan Belum Jelas
Nasib Satwa Bandung Zoo Ketika Pengelolaan Belum Jelas





Comments are closed.