Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

bagaimana-agama-mengonstruksikan-seksualitas-sebagai-hal-yang-tabu?
Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?
service

Mubadalah.id – Dalam tradisi Kristiani, seksualitas cenderung tabu. Ini antara lain terkait dengan keyakinan soal konsep kejadian manusia, konsep buah apel (atau khuldi dalam tradisi Islam), godaan setan terhadap Eva yang membuat Adam jatuh dari surga dan cerita-cerita serupa yang juga kita kenal dalam tradisi Islam.

Karenanya, sangatlah kita mengerti jika manusia juga mengkonstruksikan pandangannya tentang seksualitas terpengaruhi oleh pandangan Biblika yang begitu negatif terhadap seks.

Dalam tradisi Biblika, seks juga mereka takuti karena bicara seks adalah bicara tentang hawa nafsu. Padahal salah satu tugas agama adalah mengelola, menaklukan memenjarakan nafsu yang kita yakini datang dari “kuasa gelap” atau setan.

Seks sering dipandang buruk karena terkait dengan hasrat dan hawa nafsu, dan seks ditakuti karena akibat yang ditimbulkannya, yaitu kelahiran anak manusia baru.

Jadi jelaslah pandangan tentang seksualitas banyak dipengaruhi oleh keyakinan di dalamnya ada bukan hanya terkait dengan etika, nilai-nilai, ideologi, politik dan ekonomi, tetapi juga mitos-mitos.

Lihat saja misalnya, untuk pasangan beda agama, meskipun secara biologis (seks) mereka sanggup melahirkan anak.

Namun faktanya tak mudah bagi mereka untuk menjalankannya karena terkait bukan semata pada adanya organ reproduski di antara keduanya. Tetapi dengan adanya aturan, keyakinan, kebijakan politik, situasi perang, damai, konflik dan seterusnya.

Kita dapat memungut banyak contoh bagaimana seks dan seskualitas terpengaruhi oleh cara pandang manusia. Jadi, bisa saja secara biologis mereka mampu namun secara sosial, politik menjadi tidak mampu atau karena mitos bisa ia lanjutkan atau tidak. []

Sumber tulisan: Buku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.