Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bagaimana Menguatkan Mitigasi Pulau Kecil di NTB?

Bagaimana Menguatkan Mitigasi Pulau Kecil di NTB?

bagaimana-menguatkan-mitigasi-pulau-kecil-di-ntb?
Bagaimana Menguatkan Mitigasi Pulau Kecil di NTB?
service

Aroma daging ikan hiu kering menyengat hidung ketika berkunjung ke Pulau Medang, sebuah pulau kecil di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di bawah kolong, sisa-sisa banjir rob yang menerjang rumah warga masih menggenang dan menimbulkan aroma yang tidak sedap. Bagi warga, pemandangan itu sudah biasa. Saking biasanya, warga tak pernah menganggap banjir rob yang terjadi sebagai bencana. Maklum, bagi penduduk Suku Bajo ini, laut adalah tempat mereka hidup. Tidak mengherankan pula masyarakat suku ini lekat dengan sebutan suku laut. Karena alasan itu pula, warga memiliki mendekatkan bangunan rumah-rumah mereka ke laut. Sementara bagian pulau yang lain mereka manfaatkan untuk kebun. Secara administratif, Pulau Medang terbagi menjadi dua desa; Desa Bajo Medang di sisi timur dengan dominasi warga dari Suku Bajo. Sedangkan sisi barat, Desa Bugis Medang yang mayoritas penduduknya dari Suku Bugis. Pada sisi Desa Bugis, rumah warga memanjang mengikuti jalan desa, sementara di sisi Desa Bajo rumah warga terkonsentrasi di pesisir bagian selatan-timur. Sebagian bahkan berada di atas laut. “Begitulah kehidupan kami warga Bajo. Sudah biasa ketika air laut naik, cuma yang terganggu adalah sumur karena air laut masuk,’’ kata Jufrin, Kepala Desa Bajo Medang kepada Mongabay. Dari daratan utama Pulau Sumbawa, butuh dua jam menggunakan perahu kayu Tak semua bangunan rumah di Medang terbuat dari kayu. Sebagian adalah bangunan permanen yang materialnya warga ambil dari laut, termasuk batu-batu karang untuk pondasi. “Karang mati yang diambil,” lanjut Kades. Berada di pulau kecil, terisolir dari daratan utama membuat biaya hidup di pulau ini relatif mahal. Itu karena daya dukung…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.