Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Terkesan Menakutkan tapi Bukan Sekadar Predator, Inilah Peran Besar Buaya Muara

Terkesan Menakutkan tapi Bukan Sekadar Predator, Inilah Peran Besar Buaya Muara

terkesan-menakutkan-tapi-bukan-sekadar-predator,-inilah-peran-besar-buaya-muara
Terkesan Menakutkan tapi Bukan Sekadar Predator, Inilah Peran Besar Buaya Muara
service

Bagi masyarakat yang hidup di sekitar sungai dan pesisir, kecipak air tidak selalu menandakan keberadaan ikan. Suara itu bisa menjadi peringatan bahwa buaya muara sedang berada di dekat mereka. Dengan tubuh berlapis kulit menyerupai zirah, ekor kuat, serta gigitan mematikan, reptil purba ini merupakan predator puncak yang patut diwaspadai. Indonesia mencatat angka konflik manusia dan buaya yang tinggi. Sepanjang 2020–2024, terdapat 820 serangan buaya dengan 414 korban meninggal. Lebih dari 95 persen kasus melibatkan buaya muara (Crocodylus porosus). Hampir separuh serangan berkaitan dengan aktivitas mencari ikan, sedangkan sekitar sepertiganya terjadi ketika masyarakat melakukan kegiatan domestik seperti mandi, mencuci, dan memenuhi kebutuhan sanitasi. Konflik tersebut tidak memiliki penyebab tunggal. Hilangnya habitat, menyusutnya ruang hidup, dan berkurangnya mangsa alami membuat buaya semakin sering memasuki wilayah aktivitas manusia. Pada saat bersamaan, pertumbuhan penduduk dan memudarnya pengetahuan lokal membuat manusia semakin tidak terbiasa berbagi ruang dengan satwa ini. Penyempitan habitat bahkan dapat meningkatkan intensitas perjumpaan, bukan menguranginya. Padahal, buaya muara memiliki peran penting dalam ekosistem. Saat masih berupa telur hingga berumur satu tahun, buaya rentan menjadi mangsa berbagai satwa. Tingkat kelangsungan hidupnya pada tahun pertama bahkan dapat kurang dari lima persen. Setelah tumbuh, buaya beralih menjadi predator yang membantu mengendalikan populasi satwa lain, termasuk ikan toman, ikan tapah, dan ular. Sebagai predator yang resilien, buaya muara memiliki toleransi tinggi terhadap berbagai kondisi habitat. Pergerakan buaya dari perairan tawar menuju daratan, pesisir, hingga laut juga membantu memindahkan biomassa dan nutrien antar ekosistem. Buaya dewasa mengaduk sedimen dasar perairan sehingga nutrien dapat terlepas kembali. Betina yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.