Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Bagaimana Pandangan Perempuan tentang Pelecehan Seksual?

Bagaimana Pandangan Perempuan tentang Pelecehan Seksual?

bagaimana-pandangan-perempuan-tentang-pelecehan-seksual?
Bagaimana Pandangan Perempuan tentang Pelecehan Seksual?
service

Mubadalah.id – Dari semua keluhan yang tercatat mengenai pelecehan seksual, 93% di antaranya dilaporkan oleh perempuan sedangkan sebanyak 7% sisanya dilaporkan oleh laki-laki berkenaan dengan pelecehan seksual yang dilakukan oleh laki-laki lain.

Terkadang terdapat sejumlah keluhan dari laki-laki tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh perempuan. Namun hal ini biasanya dengan motif lain, seperti untuk menyingkirkan pesaing atau politik dalam kantor, bukan pelecehan seksual yang sesungguhnya.

Pada kulit luarnya, angka statistik dapat menunjukkan dengan mudah bahwa hampir semua pelecehan dilakukan oleh laki-laki kepada perempuan. Namun terdapat beberapa faktor yang agak meringankan fakta itu:

Pertama, perempuan mengalami stres yang lebih tinggi dalam menghadapi hal yang mereka anggap sebagai sebuah pelecehan seksual.

Kedua, hanya segelintir laki-laki melaporkan diri mereka mendapat pelecehan seksual dari perempuan —laki-laki justru mendambakan terjadinya hal itu.

David Buss mendapati perbedaan tingkat kegairahan laki-laki dan perempuan yang ia ukur dalam skala 1-7. Sebagai contoh, bila perempuan menggesekkan tubuhnya ke tubuh seorang lakilaki di bar, laki-laki itu akan memberi nilai 6.07.

Sementara itu bila laki-laki melakukan hal yang sama kepada lawan jenisnya, perempuan itu akan memberi nilai 1.82, dan hal ini secara umum dianggap sesuatu yang sangat tidak disukai.

Tiga dari empat keluhan yang perempuan sampaikan berasal dari perempuan dalam rentang usia 20 hingga 35 tahun, yang menunjukkan lebih lanjut betapa potensi perempuan untuk menghasilkan keturunan merupakan faktor yang menjadi daya tarik utama pelecehan seksual. Minoritas pelapor adalah perempuan berusia lebih matang.

Menurut Psikologi

Barbara Gutek, seorang profesor psikologi di Claremont Graduate School di California, melakukan sebuah penelitian di tempat kerja. Masing-masing pegawai di tempat itu ia tanya mengenai tanggapan mereka apabila ada seorang rekan kerja meminta untuk melakukan hubungan seks dengannya.

Barbara Gutek mendapati bahwa 55% perempuan dilaporkan telah mengalami pelecehan seksual dalam 5 tahun terakhir. Sementara hanya 9% laki-laki yang berkemungkinan dilecehkan secara seksual oleh perempuan di tempat kerja mereka. Dan hampir tidak ada seorang pun yang melaporkan hal tersebut.

Dia juga mendapati bahwa 63% perempuan versus 15% laki-laki merasa terhina mendapatkan permintaan hubungan seks. Sementara 67% laki-laki versus 17% perempuan akan merasa tersanjung dengan permintaan tersebut.

David Buss melakukan percobaan lain dan ia meminta sejumlah perempuan untuk menilai tingkat kemarahan yang akan mereka rasakan ketika laki-laki dari status yang berbeda mencoba mendekati.

Perempuan merasa paling gusar oleh permintaan hubungan seks dari para pekerja konstruksi bangunan dan pengumpul sampah (60% merasa marah).

Kegusaran itu menurun apabila pekerjaan serta potensi sumber daya yang si laki-laki penggoda miliki itu meningkat. Bintang musik rock yang sukses dan mereka yang memegang titel sarjana hanya menimbulkan 38% rasa gusar pada diri perempuan.

Hal itu menunjukkan bahwa perbedaan pada potensi kepemilikan laki-laki akan sumber daya memainkan peran dalam keputusan perempuan untuk melakukan hubungan seks dengannya. []

*)Sumber Tulisan: Buku why Men Want Sex And Women Need Love Karya Allan Pease dan Barbara Pease hlm 349-350

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.