Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Banjir bandang hantam jantung kebun kopi Gayo di Bener Meriah

Banjir bandang hantam jantung kebun kopi Gayo di Bener Meriah

banjir-bandang-hantam-jantung-kebun-kopi-gayo-di-bener-meriah
Banjir bandang hantam jantung kebun kopi Gayo di Bener Meriah
service
Banjir bandang merusak kebun kopi di delapan kecamatan di Bener Meriah. Dampak bencana meluas ke sektor pertanian lainnya.

10 Januari 2026 at 15:26 (Updated on 11 Januari 2026 at 10:05)

Banjir bandang merusak kebun kopi di delapan kecamatan di Bener Meriah. Dampak bencana meluas ke sektor pertanian lainnya.

Banjir bandang menghantam Kabupaten Bener Meriah, Aceh dan merusak tidak hanya permukiman serta infrastruktur, tetapi juga menyerang langsung jantung ekonomi masyarakat, yakni kebun kopi di dataran tinggi Gayo. Pos Komando Penanganan Bencana Aceh mencatat luas kebun kopi yang rusak mencapai lebih dari 445 hektare akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyebut kerusakan terbesar muncul karena sebagian besar wilayah yang terkena banjir bandang merupakan sentra produksi kopi Gayo, sumber utama penghidupan warga.

“Kerusakan kebun kopi mendominasi dampak bencana di Bener Meriah dan sangat memengaruhi mata pencaharian masyarakat,” kata Murthalamuddin, Jumat (9/1/2026).

Banjir bandang merusak kebun kopi di delapan kecamatan di Bener Meriah. Kecamatan Bukit mencatat kerusakan terluas dengan 198,179 hektare kebun terdampak, di ikuti Kecamatan Mesidah seluas 122,147 hektare dan Kecamatan Wih Pesam 76,700 hektare.

Banjir bandang juga merusak kebun kopi di Kecamatan Permata seluas 36,650 hektare, Gajah Putih 8,469 hektare, Bener Kelipah 1,750 hektare, Bandar 1,563 hektare, serta Timang Gajah 0,125 hektare. Sementara itu, Kecamatan Pintu Rime Gayo dan Syiah Utama tidak mengalami kerusakan pada sektor kopi.

Dampak bencana meluas ke sektor pertanian lainnya. Banjir dan longsor merusak sawah seluas 68,732 hektare, menghantam perkebunan lain seluas 214,270 hektare di Kecamatan Syiah Utama, serta merusak kolam masyarakat seluas 2,505 hektare. Secara keseluruhan, bencana merusak 731,089 hektare lahan pertanian dan perkebunan di Bener Meriah.

Banjir bandang dan longsor juga merusak infrastruktur serta fasilitas publik. Bencana ini merusak 166 jembatan dan 81 ruas jalan, serta menyebabkan 61 titik longsor dan 27 lokasi banjir di berbagai kecamatan. Selain itu, bencana merusak 1.797 rumah warga dengan tingkat kerusakan yang beragam.

Bencana yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025 itu juga menelan korban jiwa. Peristiwa tersebut merenggut nyawa 31 orang, menghilangkan 14 orang, dan melukai lima orang.

Secara keseluruhan, bencana mempengaruhi kehidupan 183.043 warga yang tersebar di 10 kecamatan dan 232 desa. Sebagian warga mengungsi ke lokasi pengungsian terpusat sebanyak 2.116 orang, sementara 2.452 orang lainnya mengungsi secara mandiri.

Murthalamuddin menyatakan pemerintah daerah bersama unsur terkait terus menjalankan upaya pemulihan meski masa tanggap darurat telah berakhir. Saat ini, Kabupaten Bener Meriah memasuki masa transisi hingga 6 April 2026.

“Fokus kami mencakup pemulihan akses, penanganan korban, serta persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama sektor pertanian dan kebun kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Banjir bandang ini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan produksi kopi Gayo yang selama ini menopang ekonomi lokal dan menembus pasar global.

Jurnalisme lingkungan Indonesia butuh dukungan Anda. Bantu Ekuatorial.com terus menyajikan laporan krusial tentang alam dan isu iklim.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.