Thu,9 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Berat Badan Tak Naik Bisa Jadi Tanda Awal Stunting

Berat Badan Tak Naik Bisa Jadi Tanda Awal Stunting

berat-badan-tak-naik-bisa-jadi-tanda-awal-stunting
Berat Badan Tak Naik Bisa Jadi Tanda Awal Stunting
service

Banyak orang tua baru menyadari anak mengalami stunting ketika tubuhnya tampak lebih pendek daripada teman sebayanya. Padahal, tanda awal stunting justru dapat terlihat jauh sebelum tinggi badan anak mengalami perlambatan, yakni ketika berat badan tidak mengalami kenaikan sesuai usianya.

Pesan ini disampaikan Profesor Irwanto dalam penyuluhan pencegahan stunting pada rangkaian pengabdian masyarakat kolaboratif Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga di Aula Pendopo Kantor Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro, Selasa, 7 Juli 2026. Lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan kader PKK Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pemaparannya, Irwanto menjelaskan anak bertubuh pendek tidak selalu mengalami stunting. Menurutnya, penyebab tubuh pendek bisa dari berbagai faktor, seperti keturunan, kelainan metabolik, penyakit kronis, maupun kelainan kromosom. Adapun stunting merupakan kondisi pendek akibat malnutrisi kronis. “Pendek belum tentu stunting, tetapi stunting sudah pasti pendek,” katanya.

Ia menambahkan proses terjadinya stunting berlangsung secara bertahap. Sebelum tinggi badan anak terpengaruh, pertumbuhan berat badan biasanya lebih dahulu melambat. “Berat badan adalah tanda awal stunting yang sangat jarang orang tua sadari. Pada usia dua hingga empat bulan, jika berat badan tidak naik, itu harus diwaspadai sebagai risiko stunting,” kata Irwanto.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk rutin memantau pertumbuhan anak melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan penyimpangan pertumbuhan.

Menurut Irwanto, pencegahan stunting paling efektif berlangsung pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada periode itu, peran orang tua sangat menentukan melalui pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan secara berkala.

“Manfaatkan Buku KIA dengan baik mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia lima tahun. Itu cara paling mudah untuk memantau pertumbuhan anak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan gizi ibu selama kehamilan dan menyusui karena berpengaruh terhadap kualitas ASI dan tumbuh kembang anak. “Jaga makan ibu agar ASI yang dihasilkan berkualitas. Hal itu sangat berkorelasi dengan pertumbuhan badan, perkembangan otak, dan kesehatan anak,” katanya.

Irwanto menegaskan stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, perkembangan emosi, prestasi belajar, hingga produktivitas seseorang saat dewasa.

“Intervensi pemberian gizi pada anak harus dilakukan secara holistik agar pencegahan stunting dapat berjalan maksimal,” katanya.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, FKH Universitas Airlangga bersama Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Vokasi (FV), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), serta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memantau pertumbuhan anak sejak dini. Ini sebagai langkah mencegah stunting dan mewujudkan generasi yang lebih sehat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.