Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. BPKH: War Tiket Bukan Solusi Antrean Haji

BPKH: War Tiket Bukan Solusi Antrean Haji

bpkh:-war-tiket-bukan-solusi-antrean-haji
BPKH: War Tiket Bukan Solusi Antrean Haji
service

Jakarta, NU Online

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) buka suara terkait munculnya wacana skema “war tiket” bagi jamaah haji Indonesia. Wacana ini mencuat sebagai bagian dari ide untuk mengatasi antrean panjang keberangkatan haji.

Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dawud Arif Khan, menegaskan bahwa solusi untuk mengatasi antrean haji bukan melalui penerapan sistem war tiket.

Menurutnya, solusi jangka panjang telah disiapkan oleh Pemerintah Arab Saudi melalui visi haji 2030. Dalam visi tersebut, Arab Saudi menargetkan jumlah jamaah haji mencapai 5 hingga 7 juta orang, bahkan berpotensi hingga 10 juta jemaah.

“Kalau itu terwujud, antrean tidak lagi 26 tahun, tetapi jauh lebih pendek,” ujar Dawud saat ditemui NU Online dalam kegiatan Diseminasi Pengelolaan Haji di Hotel Aston Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

Ia menilai, penerapan sistem war tiket justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Saya rasa itu lebih baik daripada memaksakan sistem war tiket yang berpotensi menimbulkan masalah baru,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut wacana tersebut masih sebatas konsep yang sedang dikaji sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Istilah war tiket merupakan wacana atau konsep yang masih dalam tahap kajian, sebagai tindak lanjut arahan Presiden agar pemerintah mampu mempersingkat masa tunggu haji,” ujar Dahnil di Cipondoh, Tangerang, Jumat (10/4).

Menurut Dahnil, skema tersebut berpotensi diterapkan apabila terjadi lonjakan kuota haji secara signifikan di masa depan. Ia mencontohkan rencana Arab Saudi pada 2030 yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari 5 juta jemaah haji dunia.

“Kalau kuota global meningkat, kuota Indonesia juga akan bertambah. Dari sekitar 221.000 jemaah saat ini, bisa naik mendekati 500.000 jemaah,” jelasnya.

Namun demikian, peningkatan jumlah jamaah tersebut akan berdampak besar pada kebutuhan pembiayaan. Saat ini, dengan sekitar 221.000 jemaah, total biaya penyelenggaraan haji mencapai sekitar Rp18,2 triliun.

“Jika jumlah jamaah meningkat hingga 500.000 orang, kebutuhan dana diperkirakan melonjak menjadi lebih dari Rp40 triliun,” ujarnya.

Dahnil menilai, kondisi tersebut berpotensi tidak sepenuhnya dapat ditopang oleh keuangan haji saat ini. Selain itu, peningkatan kuota juga belum tentu secara otomatis mengurangi panjangnya antrean.

“Karena instruksi Presiden adalah bagaimana kita bisa memperpendek antrean, bahkan jika memungkinkan menghilangkannya,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.