Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Bubur Panca Warna, Makanan Tradisional Khas Jawa yang Sarat Makna

Bubur Panca Warna, Makanan Tradisional Khas Jawa yang Sarat Makna

bubur-panca-warna,-makanan-tradisional-khas-jawa-yang-sarat-makna
Bubur Panca Warna, Makanan Tradisional Khas Jawa yang Sarat Makna
service

10 September 2026 08.00 WIB • 2 menit

Bubur Panca Warna, Makanan Tradisional Khas Jawa yang Sarat Makna | Tangkap layar YouTube Dapur Bakoelan


Pernahkah Kawan mencicipi salah satu makanan tradisional khas Jawa yang bernama bubur panca warna? Makanan tradisional yang satu ini memiliki tampilan yang cukup mencolok dan berbeda dengan bubur lain pada umumnya.

Bubur panca warna memiliki lima macam warna berbeda dalam satu piring hidangannya. Walau begitu, banyaknya warna dari makanan tradisional ini ternyata tidak hanya sekadar penghias tampilan saja.

Ada makna khusus yang terkandung dari kelima warna yang ada dalam sajian makanan tradisional khas Jawa tersebut. Lantas bagaimana ulasan lengkap seputar bubur panca warna?

Simak pembahasan terkait makanan tradisional khas Jawa yang satu ini dalam artikel berikut ini.

Mengenal Bubur Panca Warna

Dilihat GNFI dari buku Ensiklopedi Makanan Tradisional (di Pulau Jawa dan Pulau Madura), bubur panca warna adalah salah satu makanan tradisional khas dari daerah Jawa. Makanan tradisional yang satu ini diketahui memiliki kaitan erat dengan masyarakat Tengger yang mendiami daerah Jawa Timur.

Nama dari kuliner yang satu ini sendiri merujuk pada tampilan dari bubur panca warna. Seperti namanya, bubur ini memiliki lima macam warna dalam setiap hidangannya.

Lima macam warna bubur yang ada di makanan tradisional khas Jawa ini di antaranya merah, kuning, putih, hitam, dan campuran.

Sarat akan Makna

Lima warna yang ada dalam sajian bubur panca warna ternyata tidak sekadar hiasan saja. Ada makna yang terkandung dari kelima warna yang terdapat dalam hidangan tradisional tersebut.

Masih dari buku yang sama, makna dari bubur panca warna terdapat dalam Mandhalagiri yang mengadakan pemujaan pada Kiblat Papat Limo. Kelima warna ini merujuk kepada arah mata angin dan arah panutan.

Adapun penjabaran dari makna kelima warna makanan tradisional tersebut adalah.

1. Warna putih menjadi simbol arah timur yang melambangkan tempat duduk Dewa Iswara.
2. Warna merah menjadi simbol arah selatan dan melambangkan tempat duduk Dewa Brahma.
3. Warna hitam menjadi simbol arah utara dan melambangkan tempat duduk Dewa Wisnu.
4. Warna kuning menjadi simbol arah barat dan melambangkan tempat duduk Maha Dewa.
5. Warna campuran menjadi pusat dan titik sentral dari semua arah mata angin.

Lekat dengan Upacara Adat

Bagi masyarakat Tengger, bubur panca warna menjadi salah satu hidangan yang tidak terpisahkan dari upacara adat. Ada beberapa upacara adat yang menyajikan bubur panca warna dalam proses penyelenggaraannya.

Misalnya, bubur panca warna merupakan sajian yang dibuat sebagai sesaji dalam upacara Pujan Kapat. Upacara ini biasanya diadakan pada bulan keempat dan hari keempat menurut Tahun Saka.

Selain itu, bubur panca warna juga menjadi sesaji pada saat Galungan dan acara selamatan mendirikan rumah. Adanya makanan tradisional ini menjadi simbol pengharapan untuk mendapatkan berkah keselamatan hidup di dunia.

Cara Membuat Bubur Panca Warna

Proses membuat bubur panca warna sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembuatan bubur pada umumnya. Pertama, persiapkan bahan utama untuk membuat bubur tersebut, yakni beras dan air.

Cuci beras hingga bersih dan masak sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Setelah setengah matang, aduk bubur tersebut hingga mengental.

Nantinya bubur yang sudah masak dibagi menjadi lima bagian. Setelah itu, tambahkan pewarna pada masing-masing bagian bubur tersebut.

Terakhir, kelima macam bubur yang sudah diberi warna tinggal disajikan dalam satu wadah yang sama. Bubur panca warna pun sudah bisa dihidangkan dan dinikmati bersama saat itu juga.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.