Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Mahasiswa UGM Lirik Potensi Biji Kesumba Keling Jadi Terapi Pendamping Kanker Payudara

Mahasiswa UGM Lirik Potensi Biji Kesumba Keling Jadi Terapi Pendamping Kanker Payudara

mahasiswa-ugm-lirik-potensi-biji-kesumba-keling-jadi-terapi-pendamping-kanker-payudara
Mahasiswa UGM Lirik Potensi Biji Kesumba Keling Jadi Terapi Pendamping Kanker Payudara
service

10 September 2026 21.49 WIB • 2 menit

Tanaman Kesumba Keling | Photo: blogspot.com, Borrowed from Amazon Ecology


Di balik angka kasus yang masih menghantui dunia medis, tetap masih ada ruang optimisme. Secercah harapan itu hadir dari mahasiswa UGM yang jeli melihat potensi besar dari tanaman lokal untuk merawat pasien dengan cara yang lebih bersahabat.

Kanker payudara masih menjadi salah satu persoalan kesehatan pelik yang dihadapi masyarakat di dunia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2022, tercatat ada sekitar 2,3 juta kasus baru dengan 670.000 kematian secara global. Dari berbagai jenisnya, jenis kanker payudara Triple Negative Breastcancer (TNBC) lah yang sulit diobati dengan terapi hormon standar, sehingga itu menjadi salah satu yang diwaspadai karena karakternya yang agresif dan cepat menyebar.

Selama ini, kemoterapi menjadi cara yang utama untuk melawan TNBC. Sayangnya, pengobatan medis dengan kemoterapi kerap mendatangkan beberapa efek samping yang cukup berat bagi pasien. Kondisi inilah yang menggerakan tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Bixinhope Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan penelitian.

Terdiri atas Haafizh Azmi Khairiil Qais, Amyra Salma Arma Putri, Pradipta Ayman Subagyo, Jasmine Allisya Zahwa, dan Madeline Manik, mereka berinovasi mencari jalan keluar dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia. Di bawah bimbingan dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D., mereka melirik biji kesumba keling (Bixa Orellana) sebagai kandidat terapi adjuvant atau pendamping kemoterapi.

Memanfaatkan Kekuatan Alam yang Minim Efek Samping

Biji kesumba keling dipilih karena tanaman ini kaya akan senyawa bioaktif yang memiliki potensi efek kesehatan berupa bixin dan norbixin yang menyimpan beragam aktivitas biologis penting.

“Kemoterapi saat ini sebagai tatalaksana utama dari kanker payudara Triple Negative, namun memang memiliki banyak efek samping. Potensi bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai terapi adjuvan kemoterapi yang minim efek samping,” jelas Dwi.

Meski demikian, mereka menegaskan bahwa riset ini diposisiskan sebagai pendamping saja, bukan jadi pengganti pengobatan medis utama. Penelitian ini dirancang sebagai langkah awal untuk melihat sejauh mana biji kesumba keling memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Dalam praktiknya, mereka fokus meneliti protein bernama Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9), yaitu protein yang berperan besar membantu sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain. Melalui kombinasi pendekatan canggih in silico (simulasi komputer) dan pengujian in vitro (uji sel hidup) di laboratorium menggunakan ekstrak biji kesumba keling pada sel kanker payudara MDA-MB-231, mereka mengamati 3 aspek utama.

Ketiga aspek tersebut meliputi kemampuan ekstrak dalam menekan pertumbuhan sel kanker, memperlambat penyebaran sel kanker, serta menurunkan aktivitas protein MMP-9.

Dalam prosesnya, mereka menggunakan metode pemisahan ekstrak tumbuhan yang dipandu langsung oleh uji khasiat biologi di setiap tahapnya (Bioassay guided fractionation) untuk menguji berbagai fraksi dari biji kesumba keling guna melihat fraksi yang menunjukkan aktivitas yang paling potensial. Tidak hanya berhenti pada pertanyaan apakah ekstrak memiliki aktivitas terhadap sel kanker, tetapi rangkaian tahapan ini juga diarahkan untuk mengetahui fraksi yang paling aktif, konsentrasi paling optimal, hingga mekanisme molekulernya.

Temuan dari riset ini nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penentuan kandidat fraksi yang paling menjanjikan sebagai pendamping kemoterapi pada TNBC. Langkah inovatif ini membuktikan bahwa riset anak bangsa terus bergerak maju, mengubah potensi tanaman lokal nusantara menjadi solusi biomedis masa depan yang penuh harapan bagi dunia kesehatan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.