Mubadalah.id – Selain beristirahat dan meminta bantuan keluarga, ibu hamil dapat melakukan olahraga ringan untuk membantu mengurangi rasa sakit pinggang. Salah satu latihan yang disebut sebagai latihan kucing marah dapat dilakukan ketika pinggang terasa sakit.
Latihan tersebut sebaiknya dilakukan beberapa kali secara berurutan, dua kali sehari, serta ketika ibu merasakan sakit pada pinggang. Gerakannya dilakukan secara perlahan dan tidak dengan paksaan.
Untuk memulai latihan, ibu mengambil posisi bertumpu pada kedua tangan dan lutut. Pastikan posisi punggung dalam keadaan datar. Setelah itu, dorong punggung ke arah atas secara perlahan. Kemudian, kembalikan punggung ke posisi semula.
Gerakan tersebut dapat dilakukan secara berulang sesuai kemampuan tubuh. Jika latihan justru menimbulkan rasa sakit yang semakin kuat atau keluhan lain, ibu sebaiknya menghentikan latihan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sakit Kepala Saat Hamil
Sakit kepala menjadi salah satu keluhan yang umum ibu hamil hamil. Pada umumnya, sakit kepala selama kehamilan tidak berbahaya dan dapat berkurang ketika ibu mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Ibu dapat mencoba beristirahat dan membuat tubuh lebih rileks ketika sakit kepala muncul. Minum lebih banyak air atau jus juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, ibu dapat memijat bagian kening secara perlahan dan lembut untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Dalam sumber rujukan ini, ibu hamil juga dapat mengonsumsi parasetamol sesekali untuk membantu meredakan sakit kepala. Namun, penggunaan obat selama kehamilan sebaiknya tetap memperhatikan dosis dan kondisi kesehatan ibu serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Sebagian ibu hamil juga mengalami migrain. Kondisi ini dengan sakit kepala yang parah dan sering kali terasa pada salah satu sisi kepala. Migrain dengan pandangan berkunang-kunang dan rasa mual.
Cahaya terang atau paparan sinar matahari juga dapat membuat migrain semakin berat. Pada sebagian ibu, kondisi tersebut dapat menjadi lebih buruk selama kehamilan.
Penggunaan obat migrain juga perlu ibu perhatikan karena tidak semua obat aman bagi kehamilan. Beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berpotensi membahayakan janin.
Untuk mengatasi migrain, sumber rujukan tersebut menyebut ibu hamil dapat mengonsumsi parasetamol dengan dosis 500 hingga 1.000 miligram dan beristirahat di ruangan yang gelap. Namun, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat, terutama jika sakit kepala berulang atau terasa berat.
Sumber tersebut juga menyebut kopi dan teh hitam yang umumnya tidak boleh ibu minum berlebihan selama kehamilan dapat sesekali membantu meredakan migrain. Meski demikian, konsumsi kafein selama kehamilan tetap perlu ia batasi dan sesuaikan dengan anjuran kesehatan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 102.





Comments are closed.