Mubadalah.id – Sakit kepala yang muncul pada masa kehamilan tua perlu mendapatkan perhatian lebih. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda preeklamsia, terutama apabila disertai tekanan darah tinggi atau pembengkakan pada wajah dan tangan.
Karena itu, ibu tidak sebaiknya menganggap semua sakit kepala sebagai keluhan biasa. Pemeriksaan kepada tenaga kesehatan diperlukan apabila sakit kepala terasa berat, muncul secara tidak biasa, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Kenali Nyeri yang Tidak Normal
Selain sakit kepala, ibu hamil juga dapat mengalami berbagai nyeri ringan selama masa kehamilan. Perubahan tubuh akibat pertumbuhan janin dan penyesuaian tubuh terhadap kehamilan dapat membuat sejumlah bagian tubuh terasa tidak nyaman.
Namun, ibu perlu mencari nasihat medis ketika mengalami rasa nyeri yang tidak biasa. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain sendi yang mengalami pembengkakan dan kemerahan, nyeri yang terasa sangat hebat, serta tanda-tanda anemia yang disertai nyeri pada sendi.
Ibu juga perlu memperhatikan apabila nyeri hanya terjadi pada salah satu kaki dan tidak kunjung menghilang. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pembekuan darah dan membutuhkan pemeriksaan medis.
Karena itu, ibu yang mengalami nyeri kaki yang menetap sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab nyeri dan mencegah kondisi yang lebih serius.
Perubahan Perasaan dan Emosi
Kehamilan bukan hanya membawa perubahan pada tubuh. Masa ini juga dapat memengaruhi perasaan dan emosi ibu. Kehamilan merupakan salah satu masa penting dalam kehidupan perempuan karena di dalam tubuhnya sedang tumbuh bayi yang membutuhkan dukungan hingga persalinan.
Pertumbuhan bayi membuat tubuh ibu mengalami berbagai perubahan. Waktu istirahat, seksualitas, hubungan dengan orang lain, hingga aktivitas dan pekerjaan sehari-hari juga dapat mengalami perubahan selama kehamilan.
Berbagai perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi emosional ibu. Sebagian ibu mungkin menjadi lebih mudah menangis meskipun tidak mengetahui penyebabnya. Ada pula ibu yang merasa depresi, marah, atau lebih mudah tersinggung.
Perubahan suasana hati atau mood yang terjadi secara tiba-tiba juga dapat ibu alami selama kehamilan. Ibu bisa tertawa kemudian menangis dalam waktu yang berdekatan. Kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari perubahan emosional selama kehamilan dan biasanya dapat berlalu.
Meski demikian, perubahan emosi yang ibu alami tetap merupakan perasaan yang nyata. Perasaan tersebut tidak seharusnya kita abaikan atau anggap tidak penting hanya karena ibu sedang hamil.
Dukungan dari orang-orang terdekat menjadi penting agar ibu tidak menghadapi perubahan perasaan tersebut seorang diri. Pasangan, keluarga, dan orang-orang di sekitar ibu dapat membantu dengan mendengarkan serta memberikan ruang bagi ibu untuk menyampaikan perasaannya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 101.





Comments are closed.