Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Ciri Orang EQ Rendah dari Kalimat yang Diucapkan saat Teman Curhat

Ciri Orang EQ Rendah dari Kalimat yang Diucapkan saat Teman Curhat

ciri-orang-eq-rendah-dari-kalimat-yang-diucapkan-saat-teman-curhat
Ciri Orang EQ Rendah dari Kalimat yang Diucapkan saat Teman Curhat
service

Jakarta

Emotional quotient (EQ) berperan penting dalam membangun hubungan yang sehat, termasuk saat mendengarkan teman yang sedang curhat. Orang dengan EQ rendah terkadang tanpa sadar mengucapkan kalimat yang justru menyinggung temannya yang sedang curhat.

Kalimat mereka membuat perasaan temannya menjadi tidak tervalidasi. Ucapan seperti ini bisa membuat seseorang enggan terbuka dan menciptakan jarak dalam pertemanan.

Oleh karena itu, penting mengenali kalimat-kalimat yang sebaiknya dihindari saat teman sedang berbagi cerita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Parade, orang yang menunjukkan ciri-iri kecerdasan rendah, seperti kurangnya empati, sering kesulitan menemukan kata-kata yang ‘tepat’ untuk diucapkan di saat-saat sulit.

Berikut beberapa kalimat yang mungkin disampaikan orang dengan EQ rendah saat temannya curhat:

1. “Bukan masalah besar”

Seorang terapis berlisensi dan kepala petugas psikologis di recovered.org, Dr. Deborah Vinall, Psy.D., LMFT, mengatakan “bukan masalah besar” adalah salah satu kata yang dihindari oleh orang-orang cerdas secara emosional.

Meskipun sering dimaksudkan untuk meredakan situasi atau menghibur, kalimat ini justru menyebabkan penolakan emosional dan meremehkan karena menyiratkan bahwa teman tersebut “salah” karena merasa kesal.

2. “Bukan itu yang terjadi”

Ingatan orang berbeda-beda, tetapi Vinall tidak menyarankan menggunakan kalimat ini dengan seorang teman, terutama saat mereka curhat.

“Terburu-buru menyangkal dan membantah pengalaman teman kamu daripada mendengarkan inti permasalahan di balik keluhan tersebut adalah tindakan yang meremehkan dan gagal mengarah pada pemahaman atau perbaikan,” ujar Vinall.

3. “Itu masalahmu”

Teman itu seperti rekan satu tim dan, seperti kata pepatah, “Kerja sama tim mewujudkan impian”.

Jadi, tidak heran jika ungkapan ini bisa menjadi mimpi buruk bagi persahabatan.Vinall mengatakan ungkapan itu kurang empati dan tidak menunjukkan kemauan untuk mencoba memahami keluhan teman tersebut.

4. “Kamu membuatku sangat marah”

Ungkapan yang menunjuk jari ini juga tidak membantu, dan tidak akurat. Vinall menjelaskan bahwa ungkapan ini mengalihkan tanggung jawab atas perasaan pembicara.

5. “Saya turut menyesal kamu merasa seperti itu”

Orang yang cerdas secara emosional akan meminta maaf. Namun, Vinall menyatakan bahwa ungkapan ini bukanlah permintaan maaf yang sebenarnya. Ungkapan itu hanya kedok di balik bahasa seorang yang tidak tulus.

“Tidak ada pertanggungjawaban atau tanggung jawab yang diambil untuk melakukan perubahan. Kedengarannya mirip dengan empati, tetapi tidak sepenuhnya sampai pada kepedulian,” tuturnya.

6. “Aku cuma bercanda. Kamu terlalu serius menanggapi semuanya”

Itu bukan lelucon kecuali semua orang tertawa. Vinall mengatakan ungkapan-ungkapan orang dengan EQ rendah seperti ini meremehkan orang lain dan bersembunyi di balik alasan (yang jarang benar) yang sulit dibantah.

“Meskipun lelucon yang tulus itu malah menyakitkan, tanggung jawab tetap berada pada orang yang membuat lelucon untuk menilai kesesuaian dan kepekaannya, serta bertanggung jawab jika hal itu mengakibatkan rasa sakit,” ujarnya.

7. “Kamu selalu membesar-besarkan segala sesuatu”

Vinall juga menjelaskan bahwa kalimat ini membuat pergeseran lain (yang bersifat meremehkan), kali ini dengan fokus dari mendengarkan kekhawatiran yang sah menjadi menyerang orang yang terluka. Motivasinya adalah untuk membela diri, bukan kepedulian atau komunikasi.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan orang dengan EQ rendah saat temannya curhat dan perlu dihindari. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.