Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris berharap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Charles, langkah tersebut penting untuk memperkuat efektivitas program sekaligus menjawab berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian dinilai menjadi modal penting untuk memperbaiki pelaksanaan Program MBG.
“Harapan saya, di bawah kepemimpinan beliau, BGN dapat mempercepat pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh,” kata Charles dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Charles menilai pembenahan tersebut harus diawali dengan penguatan aspek keamanan pangan agar kasus keracunan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan program tidak kembali terulang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih transparan dan akuntabel mengingat Program MBG merupakan program strategis dengan alokasi anggaran yang besar.
Ia juga mengingatkan agar penyaluran manfaat program dilakukan secara tepat sasaran serta tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.
“Program ini memiliki tujuan yang sangat baik, tetapi berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaannya harus dijadikan pelajaran untuk melakukan perbaikan yang nyata,” ujarnya.
Sebelumnya, Sudaryono menegaskan komitmennya membangun BGN yang bersih dan profesional usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ia menyatakan akan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap praktik korupsi maupun berbagai bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi dan copet-copetan,” kata Sudaryono usai pelantikan.
Sudaryono menegaskan reformasi tata kelola akan menjadi agenda awal kepemimpinannya. Ia berkomitmen memastikan seluruh proses di lingkungan BGN berjalan secara terbuka, akuntabel, dan dapat diawasi publik.
Menurutnya, setiap anggaran yang digunakan harus benar-benar diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia sebagai kelompok penerima manfaat Program MBG.





Comments are closed.