Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Cadangan Energi Nasional Terancam

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Cadangan Energi Nasional Terancam

dua-kapal-tanker-pertamina-masih-tertahan-di-selat-hormuz,-cadangan-energi-nasional-terancam
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Cadangan Energi Nasional Terancam
service

Jakarta, NU Online

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) unsur konsumen, Muhammad Kholid Syeirazi, mengungkapkan bahwa tertahannya dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro di Selat Hormuz, berpotensi mengganggu cadangan energi nasional.

“Hal ini terjadi karena sebagian sumber penyediaan minyak mentah dan produk kilang terdampak oleh terganggunya jalur Selat Hormuz,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, sebagian impor minyak mentah Indonesia, terutama dari Arab Saudi, serta pasokan gas minyak cair (LPG) sangat bergantung pada jalur tersebut. Meski demikian, situasi mulai mereda seiring gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama dua pekan sejak Selasa (7/4/2026).

“Sekitar 18 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Arab Saudi yang harus melewati Selat Hormuz. Selain itu, sekitar 25 persen pasokan LPG juga terdampak oleh jalur tersebut,” katanya.

Menurutnya, tertahannya dua kapal tanker dengan muatan sekitar empat juta barel tersebut juga berdampak pada badan usaha lain yang mengimpor produk kilang dari Singapura, Malaysia, dan negara lain yang sumber pasokannya berasal dari Timur Tengah.

“Apabila Selat Hormuz kembali dibuka, hal ini akan meningkatkan coverage days atau jumlah hari cadangan operasional yang dibutuhkan untuk menjaga ketahanan energi,” jelasnya.

Ia berharap gencatan senjata yang terjadi dapat menjadi langkah awal menuju perdamaian yang lebih permanen, sehingga jalur perdagangan energi global kembali normal dan ketahanan energi Indonesia tetap terjaga.

“Kita berharap gencatan senjata ini dapat menjadi awal menuju perdamaian permanen,” ujarnya.

Perlu Tinjau Ulang Diplomasi Energi

Sementara itu, akademisi Hubungan Internasional dari Universitas Bina Nusantara, Tia Mariatul Kibtiah, menilai perlu adanya evaluasi terhadap sistem diplomasi Indonesia, khususnya dalam konteks hubungan dengan Iran.

“Artinya harus di-review dari sistem diplomasi kita, kalau tidak mau dibilang gagal,” katanya dalam Diskusi Pojok Kramat edisi Harlah ke-41 Lakpesdam PBNU dan Halal Bihalal di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Ia menyebut, para menteri luar negeri sebelumnya seperti Ali Alatas, Alwi Shihab, Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, hingga Retno Marsudi memiliki rekam jejak diplomasi yang kuat.

“Tidak ada sejarah mentok dalam diplomasi. Mereka semua memiliki kemampuan yang mumpuni. Tapi kenapa sekarang tidak? Dalam berbagai hal, kebijakan luar negeri kita seperti menemui jalan buntu,” ujarnya.

Pemerintah Lakukan Komunikasi Intensif

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia masih menjalin komunikasi intensif dengan pihak Iran terkait dua kapal tanker Pertamina yang belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Meski gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung, proses tersebut diakui belum berjalan mudah.

“Sedang dilakukan komunikasi intensif terkait dua kapal itu. Insya Allah, doakan bisa segera selesai,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.