Mubadalah.id – Kehamilan merupakan masa ketika kesehatan ibu dan bayi perlu mendapat perhatian bersama. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah paparan bahan kimia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, tempat kerja, sawah, maupun lingkungan sekitar.
Bahan kimia keras yang digunakan untuk membersihkan benda maupun racun yang digunakan untuk membunuh hama di sawah atau rumah dapat membahayakan kesehatan. Karena itu, penggunaan dan penyimpanan bahan-bahan tersebut perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama ketika ada ibu hamil di lingkungan keluarga.
Paparan bahan kimia tertentu dapat menyebabkan keguguran, ketidaksuburan, cacat lahir, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Risiko tersebut membuat ibu hamil perlu menghindari kontak dengan bahan kimia berbahaya sebisa mungkin.
Bahan kimia yang memiliki bau tajam juga perlu Anda waspadai. Namun, tidak berarti bahan kimia yang tidak berbau aman yang Anda gunakan. Banyak bahan kimia berbahaya yang tidak memiliki bau sehingga keberadaannya tidak selalu dapat dikenali dengan mudah.
Beberapa yang Perlu Anda Waspadai
Beberapa bahan kimia yang perlu diwaspadai antara lain pestisida yang Anda gunakan untuk membunuh hama dan rumput liar. Pestisida yang Anda gunakan di rumah untuk membasmi serangga atau tikus juga perlu Anda perhatikan penggunaannya.
Selain itu, pembersih yang kuat, bahan pelarut, beberapa jenis lem dan cat, bahan bakar, serta oli juga termasuk bahan yang perlu Anda gunakan secara hati-hati. Paparan terhadap bahan-bahan tersebut sebaiknya Anda kurangi, terutama bagi ibu yang sedang hamil.
Bahan-bahan tersebut memang banyak Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pestisida, misalnya, yang petani gunakan untuk mengendalikan hama tanaman. Bahan pembersih Anda gunakan di rumah dan tempat kerja. Sementara itu, lem, cat, bahan bakar, dan oli digunakan dalam berbagai pekerjaan.
Karena itu, menghindari bahan kimia sepenuhnya tidak selalu mudah bagi semua orang. Sebagian orang bahkan harus berhadapan dengan bahan kimia sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari. Meski demikian, risiko paparannya tetap perlu Anda perhatikan dan kurangi sebisa mungkin.
Jika memungkinkan, setiap orang sebaiknya menghindari bahan kimia yang berbahaya. Hal tersebut terutama penting bagi ibu hamil. Ibu hamil sebaiknya tidak melakukan kontak langsung dengan bahan kimia berbahaya, termasuk menggunakan bahan tersebut maupun menghirup bau dan debunya.
Keluarga juga perlu ikut menciptakan lingkungan yang aman bagi ibu hamil. Salah satunya dengan tidak menyimpan makanan di tempat yang pernah Anda gunakan untuk menyimpan bahan kimia.
Meskipun tempat tersebut sudah Anda bersihkan, sedikit sisa bahan kimia masih mungkin tertinggal dan berpotensi mencemari makanan.
Mengurangi Penggunaan Bahan Kimia
Karena itu, keluarga sebaiknya berusaha mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya di rumah. Jika penggunaannya tidak dapat Anda hindari, bahan tersebut perlu Anda simpan dan gunakan dengan hati-hati.
Bahan kimia juga sebaiknya Anda jauhkan dari makanan dan minuman serta menyimpannya di tempat yang tidak mudah anak-anak menjangkaunya. Dengan demikian, risiko paparan yang dapat Anda kurangi.
Namun, bagi sebagian orang, menghindari bahan kimia sepenuhnya bukan perkara mudah. Ada orang yang memang bekerja dengan bahan kimia sebagai bagian dari pekerjaannya. Mereka dapat bekerja di pabrik kimia, sawah atau ladang, bidang kebersihan, maupun pekerjaan lainnya yang menggunakan bahan kimia.
Dalam kondisi tersebut, pekerja dapat membicarakan risiko penggunaan bahan kimia dengan rekan kerja dan pihak yang bertanggung jawab di tempat kerja. Mereka dapat bersama-sama mencari cara untuk mengurangi penggunaan bahan kimia atau menggantinya dengan bahan yang lebih aman.
Upaya tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu hamil. Keluarga, pasangan, rekan kerja, dan lingkungan sekitar juga memiliki peran dalam menciptakan kondisi yang lebih aman bagi ibu dan bayi.
Dengan dukungan bersama, paparan terhadap bahan kimia berbahaya dapat Anda kurangi sehingga kesehatan ibu dan bayi lebih terlindungi. Menjaga kehamilan tentang bagaimana keluarga dan lingkungan bersama-sama menciptakan ruang yang aman bagi ibu dan bayi. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, halm 56.





Comments are closed.