Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Ie Bu Blang Dalam, Tradisi Sedekah Ramadhan yang Terjaga di Pidie Jaya

Ie Bu Blang Dalam, Tradisi Sedekah Ramadhan yang Terjaga di Pidie Jaya

ie-bu-blang-dalam,-tradisi-sedekah-ramadhan-yang-terjaga-di-pidie-jaya
Ie Bu Blang Dalam, Tradisi Sedekah Ramadhan yang Terjaga di Pidie Jaya
service

Pidie Jaya, NU Online

Ramadhan di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang dikenal sebagai Negeri Japakeh, selalu identik dengan aroma Ie Bu (bubur kanji) yang mengepul dari halaman meunasah. Tradisi ini diwariskan turun-temurun sebagai bentuk sedekah kolektif masyarakat di bulan suci.

Keuchik Blang Dalam, Mukhtar, menegaskan bahwa memasak Ie Bu bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan warisan adat yang sarat nilai kebersamaan.

“Tradisi ini sudah ada sejak lama. Setiap Ramadhan, masyarakat menyumbang sesuai kemampuan, baik beras, kelapa, uang, maupun bahan lainnya. Semua untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Setiap hari selama Ramadhan, proses memasak dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Di dapur terbuka meunasah, belanga besar diletakkan di atas tungku kayu bakar. Beras yang telah direndam dimasukkan bersama santan dan air, lalu diaduk perlahan selama dua hingga tiga jam hingga teksturnya lembut.

Sosok yang hampir selalu berada di balik belanga besar itu adalah Tgk Heri. Ia dipercaya sebagai petugas utama yang memasak kanji di Blang Dalam.

Menurutnya, kunci cita rasa Ie Bu terletak pada kesabaran dan komposisi bumbu. Untuk jenis ie bu leumak atau kanji rempah, digunakan bawang merah, serai, jahe, kulit manis, cengkih, daun teumeurui (kari), serta santan kental dari kelapa pilihan.

“Kalau apinya terlalu besar, bisa hangus di bawah. Harus sabar mengaduknya. Ini bukan cuma soal memasak, tapi juga soal niat,” katanya.

Menjelang pukul 16.30 WIB, anak-anak mulai berdatangan ke meunasah dengan membawa wadah masing-masing. Suasana menjadi riuh penuh canda. Bubur yang telah matang dibagikan secara cuma-cuma kepada siapa saja yang datang, baik warga setempat maupun musafir.

Imum Gampong Blang Dalam, Tgk Junaidi, menjelaskan bahwa Ie Bu merupakan simbol sedekah masyarakat untuk masyarakat.

“Ini sudah menjadi adat. Ie Bu dimasak dari hasil sedekah warga dan dibagikan kembali kepada warga. Tidak ada pungutan. Semua dilakukan dengan ikhlas karena Allah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa biaya memasak tidak boleh diambil dari pos zakat, melainkan murni dari sedekah atau kesepakatan warga melalui musyawarah gampong, agar tetap sesuai dengan syariat.

Bagi masyarakat Blang Dalam Negeri Japakeh, Ie Bu memiliki fungsi ganda. Pertama, sebagai hidangan berbuka puasa yang menghangatkan tubuh. Kedua, sebagai pelengkap buka puasa bagi jamaah yang berbuka di meunasah sebelum melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.

Lebih dari sekadar makanan, tradisi ini memperkuat peran meunasah sebagai pusat aktivitas Ramadhan. Selain memasak Ie Bu, masyarakat juga menggelar tadarus Al-Qur’an, buka puasa bersama, hingga pembayaran zakat fitrah di tempat yang sama.

Mukhtar berharap generasi muda terus menjaga warisan ini. “Selama masih ada kebersamaan dan semangat berbagi, tradisi Ie Bu akan tetap hidup di Negeri Japakeh,” katanya.

Di Blang Dalam, Ie Bu bukan sekadar bubur kanji. Ia menjadi simbol gotong royong, syiar Ramadhan, sekaligus warisan budaya Pidie Jaya yang dijaga dengan penuh cinta dan keikhlasan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.