Sat,30 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

jalur-banda-aceh-medan-macet-panjang,-ansor-imbau-pemudik-utamakan-keselamatan
Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
service

Bireuen, NU Online

Arus lalu lintas di jalur utama penghubung Banda Aceh-Medan mengalami kemacetan panjang selama libur Lebaran 1447 Hijriah. Sejumlah titik krusial di Kabupaten Bireuen, seperti Kuta Blang hingga Jembatan Awe Geutah-Teupin Reudep, dipadati kendaraan dari berbagai arah.

Kepadatan arus lalu lintas mulai terasa sejak pagi dan terus meningkat hingga siang hari. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga sekitar dua kilometer, terutama di kawasan Jembatan Awe Geutah, Desa Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Ratusan kendaraan tampak terjebak dalam antrean panjang. Di sejumlah titik, kendaraan bahkan berhenti total sebelum mencapai badan jembatan. Petugas terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup untuk mengatur arus kendaraan dari dua arah secara bergantian.

Kemacetan ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran. Selain itu, kondisi infrastruktur turut menjadi faktor utama, khususnya pascabencana banjir bandang yang menyebabkan runtuhnya sejumlah jembatan di jalur nasional Aceh.

Akibat kerusakan tersebut, beberapa titik masih menggunakan jembatan darurat, termasuk di kawasan Awe Geutah, yang hanya dapat dilalui secara bergantian. Hal ini berdampak langsung pada tersendatnya arus lalu lintas, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan pada momen Lebaran.

Pemudik dari arah Banda Aceh menuju Medan tampak memadati jalur melalui Kuta Blang hingga titik kemacetan di Awe Geutah. Sementara dari arah Medan menuju Banda Aceh, kendaraan juga mengalami perlambatan akibat sistem pengaturan lalu lintas yang terbatas.

Pantauan NU Online di jalan nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Kuta Blang, Selasa (24/3/2026), menunjukkan bahwa tidak hanya di Awe Geutah, kawasan Jembatan Kuta Blang juga menjadi titik rawan kemacetan. Posisi geografisnya sebagai jalur penghubung antarwilayah menjadikannya titik temu arus kendaraan dari berbagai daerah.

Aktivitas masyarakat di sekitar pasar tradisional Kuta Blang turut memperparah kondisi, di samping penyempitan jalan di sekitar jembatan.

“Setiap Lebaran memang selalu padat di sini, tapi kali ini antreannya terasa lebih panjang,” ujar salah seorang pemudik.

Untuk mengurai kemacetan, petugas kepolisian bersama instansi terkait telah disiagakan di sejumlah titik. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pengaturan lalu lintas, sistem buka-tutup jalan, hingga pengalihan kendaraan ke jalur alternatif.

Namun demikian, tingginya volume kendaraan membuat arus lalu lintas tetap tersendat dan sulit diurai dalam waktu singkat.

Ketua PW Ansor Aceh, H Azwar A Gani, mengimbau para pemudik untuk tetap mengedepankan keselamatan dan kesabaran selama perjalanan.

“Momentum Lebaran memang selalu diiringi peningkatan mobilitas. Kami mengajak masyarakat untuk tetap sabar, tidak memaksakan diri, serta mematuhi arahan petugas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kendaraan agar perjalanan tetap aman.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan karena ingin cepat sampai, kita mengabaikan keselamatan diri dan orang lain,” tambahnya.

Selain itu, Azwar mengingatkan agar pengendara tetap menjaga etika berkendara dan menghindari emosi di tengah kemacetan.

“Jaga hati, jangan mudah terpancing. Lebaran adalah momentum kebersamaan, termasuk dalam perjalanan,” pesannya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari jam-jam puncak, serta memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia.

Kemacetan yang terjadi di Kuta Blang hingga Awe Geutah ini kembali menjadi perhatian serius, khususnya terkait percepatan perbaikan infrastruktur pascabencana serta manajemen lalu lintas di jalur nasional Aceh.

Dengan masih tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran, kondisi kemacetan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Diharapkan terdapat solusi yang lebih efektif guna mengurai kepadatan, terutama pada momen besar seperti Idulfitri.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.