Wed,12 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Kemarau Jateng 2026, Dua Wilayah Ini Berpotensi Alami Kekeringan 9 Bulan

Kemarau Jateng 2026, Dua Wilayah Ini Berpotensi Alami Kekeringan 9 Bulan

kemarau-jateng-2026,-dua-wilayah-ini-berpotensi-alami-kekeringan-9-bulan
Kemarau Jateng 2026, Dua Wilayah Ini Berpotensi Alami Kekeringan 9 Bulan
service

Jakarta, Arina.idSejumlah wilayah di Jawa Tengah diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang pada 2026. Bahkan, di beberapa daerah, durasinya diperkirakan dapat mencapai 8 hingga 9 bulan, melampaui rata-rata kondisi normal.

Mengacu pada prakiraan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, secara umum musim kemarau tahun ini berlangsung selama 16–18 dasarian atau sekitar 5–6 bulan. Namun, untuk wilayah tertentu, durasinya diprediksi bisa memanjang hingga 25–27 dasarian atau setara 8–9 bulan.

Berdasarkan data dari laman resmi Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, dikutip Minggu (5/4/2026), daerah yang berpotensi mengalami kemarau terpanjang adalah sebagian kecil wilayah Kabupaten Pati dan Rembang. Durasi tersebut tercatat lebih lama dibandingkan kondisi klimatologis normal yang biasanya lebih singkat sekitar 1 hingga 3 dasarian.

Secara keseluruhan, awal musim kemarau di Jawa Tengah diperkirakan terjadi pada Mei 2026. Meski demikian, beberapa wilayah diprediksi memasuki kemarau lebih awal, yakni sejak awal April 2026. Daerah tersebut meliputi Rembang, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar wilayah Pati dan Jepara, serta sebagian wilayah Demak dan Blora.

Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya diperkirakan mengalami awal kemarau yang lebih lambat, yaitu sekitar pertengahan Juni 2026. Kondisi ini diprediksi terjadi di sebagian wilayah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, serta sebagian kecil wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, dan Kebumen.

Di sisi lain, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah juga mencatat wilayah dengan durasi kemarau paling singkat, yakni sekitar 10–12 dasarian. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Purbalingga; sebagian kecil wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, dan Kebumen; sebagian wilayah Pekalongan, Batang, dan Wonosobo; serta sebagian besar wilayah Banyumas dan Banjarnegara.

Adapun wilayah yang mengalami kemarau dengan durasi 13–15 dasarian meliputi sebagian kecil wilayah Cilacap, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara.

Sementara itu, durasi 16–18 dasarian diperkirakan terjadi di Kota Magelang; sebagian kecil wilayah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, dan Banjarnegara.

Kategori durasi yang sama juga mencakup sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, dan Banyumas, serta sebagian besar wilayah Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Magelang.

Dengan perbedaan durasi tersebut, masyarakat di berbagai wilayah diimbau untuk mulai bersiap menghadapi dampak musim kemarau, terutama di daerah yang berpotensi mengalami periode kering lebih panjang dari biasanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.