Akhir Juli 2025, menjadi hari-hari terpanas di Chiba Prefecture, dekat Tokyo, Jepang. Suhu pagi hari bisa mencapai 31 derajat Celsius dan siangnya 35 derajat Celsius. Seekor induk nihonzaru atau monyet jepang (Macaca fuscata) dari Ichikawa City Zoo, susah payah melahirkan bayi yang kelak diberi nama Punch. Dia lahir sehat. Tanggal kelahirannya tercatat 26 Juli 2025, dengan berat 500 gram, berjenis kelamin jantan. Tapi musim panas yang menyengat telah membuat induk Punch frustrasi. Apalagi ini adalah kelahiran pertamanya. Punch akhirnya ditinggal induknya tak lama setelah lahir. Penjaga kebun binatang segera mengambil alih. Punch diletakkan di sebuah tempat khusus. Mereka juga memberinya susu. Namun, tanpa pelukan induk, Punch kehilangan sesuatu yang lebih dari sekadar nutrisi. Kehangatan sentuhan dan rasa aman. Para petugas kebun binatang pun mencoba berbagai cara. Misalnya, memberinya handuk gulung yang lembut sebagai pengganti sesuatu yang bisa dipegang. Juga berbagai boneka. Hingga akhirnya, mereka memilih boneka orangutan. “Boneka ini memiliki bulu relatif panjang dan beberapa bagian yang mudah dipegang,” kata Kosuke Shikano, petugas kebun binatang kepada Reuters, Jumat (20/2/2026). “Kami berpikir bahwa kemiripannya dengan monyet mungkin dapat membantu Punch bergabung kembali ke kelompok di kemudian hari, dan itulah mengapa kami memilihnya.” Mendapat boneka orangutan, Punch segera tak bisa lepas darinya. Ia menyeret boneka itu ke mana-mana. Memeluknya saat tidur, atau berguling-guling di atasnya seperti hendak bermanja. Pengunjung kebun binatang lantas merekamnya. Satu video yang viral telah ditonton 40 juta kali pada Februari saja. Tagar seperti #HangInTherePunch menjadi tempat berkumpulnya warganet dari seluruh dunia untuk saling berbagi komentar dan kabar tentang…This article was originally published on Mongabay
Kisah Punch, Monyet Jepang yang Jatuh Cinta pada Boneka Orangutan
Kisah Punch, Monyet Jepang yang Jatuh Cinta pada Boneka Orangutan





Comments are closed.