Sun,16 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sport
  3. Bulu tangkis
  4. Lanny/Apriyani tak ingin buru-buru bicara Olimpiade Los Angeles 2028

Lanny/Apriyani tak ingin buru-buru bicara Olimpiade Los Angeles 2028

lanny/apriyani-tak-ingin-buru-buru-bicara-olimpiade-los-angeles-2028
Lanny/Apriyani tak ingin buru-buru bicara Olimpiade Los Angeles 2028
service

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu tidak ingin terburu-buru membicarakan peluang menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan memilih fokus memperkuat kerja sama mereka di lapangan.

Apriyani mengatakan dirinya dan Lanny masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah setelah dipasangkan pada awal 2026. Karena itu, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii tersebut mengatakan pembenahan permainan menjadi hal yang lebih mendesak dibanding memikirkan perburuan poin Olimpiade.

“Saya jujur, kami sekarang tidak fokus untuk mengejar poin Olimpiade. Memang kami mau targetnya Olimpiade, hanya yang kami sekarang fokuskan PR ke depannya. Seperti cara kami bermain, pola permainan kami, dan salah satunya lagi komunikasi kami,” kata Apriyani di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Apriyani setelah namanya bersama Lanny tidak masuk dalam daftar pasangan yang saat ini menjadi proyeksi utama ganda putri Indonesia menuju LA 2028. Pelatih Kepala Ganda Putri PBSI Karel Mainaky sebelumnya menyebut Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, serta Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi sebagai pasangan yang masuk dalam proyeksi tersebut.

Apriyani tidak mempersoalkan kondisi itu. Menurut dia, peluang menuju Olimpiade tetap harus dibangun dari proses harian, terutama dengan memperbaiki komunikasi dan kepercayaan satu sama lain.

“Jadi yang kami mau step by step. Kami mau memperbaiki itu dulu. Kami akan mempersiapkan hal-hal kecil dulu sehingga pada akhirnya kami akan menunjang juga ke sana,” ujar Apriyani.

Baca juga: Tiwi/Fadia jaga asa naik kelas setelah kembali tumbangkan Lee/Baek

Apriyani mengatakan target tampil di Olimpiade tetap menjadi keinginan setiap atlet. Namun, ia tidak ingin target tersebut justru menjadi beban ketika fondasi permainan bersama Lanny belum terbentuk sepenuhnya.

“Fokus kami itu adalah memperbaiki, apa yang Lanny mau perbaiki, saya pun juga sama. Dari secara komunikasi, secara kami bermain, secara kami saling percaya satu sama lain,” kata Apriyani.

“Jadi makin ke sini kian terbentuk dan kami enggak mau muluk-muluk. Ya pasti akan Olimpiade, siapa sih yang tidak mau ke Olimpiade,” ujar dia menambahkan.

Lanny juga memilih melihat target secara lebih dekat. Ia mengatakan dirinya belum ingin terlalu jauh memikirkan persaingan menuju Olimpiade karena masih mencari hasil yang benar-benar bisa menjadi pijakan.

“Kalau dari saya, mungkin dari pelatih memang belum diprioritaskan kan. Jadi ya dari saya pribadi memikirkan yang sekarang dulu karena memang juga belum ada hasil ya, benar-benar kayak juara gitu. Nanti kalau misalkan sudah ada juara, mungkin kami bakal fokus ke sana,” kata Lanny.

Sejak mulai dipasangkan pada awal tahun, Lanny/Apriyani beberapa kali menunjukkan perkembangan. Pencapaian terbaik mereka sejauh ini adalah menembus semifinal Super 500 Indonesia Masters dan Super 100 Ruichang China Masters.

Namun, langkah Apriyani/Lanny pada Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 langsung terhenti pada babak pertama. Mereka kalah dari pasangan Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dengan skor 18-21, 19-21.

Hasil tersebut membuat Lanny/Apriyani kembali membawa bahan evaluasi dari Istora. Keduanya mengatakan pembenahan pola permainan, komunikasi, dan kepercayaan di lapangan menjadi modal utama sebelum berbicara lebih jauh mengenai persaingan menuju Olimpiade Los Angeles.

Baca juga: Fajar/Fikri tumbang di babak pertama Indonesia Open 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.