Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Asal Usul Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi, Cerita Rakyat dari Papua

Legenda Asal Usul Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi, Cerita Rakyat dari Papua

legenda-asal-usul-gunung-aya-kembu-dan-gunung-sya-koi,-cerita-rakyat-dari-papua
Legenda Asal Usul Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi, Cerita Rakyat dari Papua
service

8 Mei 2026 16.00 WIB • 2 menit

Legenda Asal Usul Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi, Cerita Rakyat dari Papua


Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi merupakan dua buah gunung yang memiliki posisi saling bertolak belakang di tanah Papua. Konon ada sebuah legenda yang menceritakan asal usul Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi ini dulunya.

Konon gunung ini tercipta dari dua sosok pemimpin yang ada di daerah tersebut. Sebenarnya kedua pemimpin ini sangat arif dan bijaksana.

Namun masyarakat yang ada di daerah tersebut menyanjung mereka melebihi kodratnya. Hal inilah yang membuat kedua pemimpin tersebut pada akhirnya dikutuk menjadi gunung.

Lantas bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi tersebut?

Legenda Asal Usul Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi, Cerita Rakyat dari Papua

Dikutip dari artikel Levi Banundi, “Asal Mula Terjadinya Gunung Aya Kembu dan Gunung Sya Koi” dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua (Pemenang Sayembara), alkisah pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang berdiri di Lembah Grime, Nimboran, Jayapura. Kerajaan tersebut bernama Mampai.

Pada awalnya, Kerajaan Mampai dipimpin oleh raja yang arif dan bijaksana. Sang raja sangat peduli dengan keberadaan masyarakat yang dipimpinnya.

Tidak hanya sang raja, putra mahkota pun juga berperilaku sama seperti ayahnya. Hal ini membuat masyarakat sangat mencintai pemimpinnya tersebut.

Namun situasi ini berubah ketika Kaonak menguasai daerah tersebut. Kaonak yang terobsesi menjadi raja mulai menghasut masyarakat agar mengangkatnya menjadi pemimpin mereka.

Hasutan Kaonak ternyata berhasil membuahkan hasil. Masyarakat yang terbujuk oleh rayuannya akhirnya mengangkat Kaonak menjadi raja.

Ketika berhasil mencapai impiannya, Kaonak berperilaku seenaknya. Alih-alih berbuat baik pada masyarakat, Kaonak justru menjadi raja yang semena-mena.

Peperangan antarmasyarakat pun sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Situasi yang kian kacau ini membuat beberapa kelompok masyarakat mulai meninggalkan Kerajaan Mampai dan pergi ke daerah lainnya.

Salah satu kelompok bergerak ke arah utara Kerajaan Mampai. Kelompok ini dipimpin oleh seorang bangsawan bernama Aya Kembu dan istrinya Dewi Sya Koi.

Dewi Sya Koi merupakan seorang putri yang turun dari kahyangan. Dia khawatir dengan kondisi manusia dan memutuskan untuk turun ke bumi, hingga akhirnya menikah dengan Aya Kembu.

Setelah berjalan cukup jauh, kelompok Aya Kembu ini kemudian sampai di sebuah lembah yang dialiri Kali Armu.

Aya Kembu kemudian mengajak pengikutnya untuk menetap di sana. Beberapa kampung pun dibangun dengan pusat pemerintahan yang dipusatkan di Kampung Seru Wase.

Masyarakat pun mengangkat Aya Kembu sebagai done atau raja di sana. Sementara itu, Dewi Sya Koi diangkat menjadi ratu mendampingi Aya Kembu.

Aya Kaembu tumbuh menjadi seorang raja yang bersahaja. Para pengikutnya akhirnya kembali merasakan sosok pemimpin yang mengayomi seperti raja terdahulu di kerajaan Mampai.

Namun sanjungan yang diberikan oleh masyarakat ini pada akhirnya sangat berlebihan. Aya Kembu dan Dewi Sya Koi disanjung oleh masyarakat melebihi kodrat yang mereka miliki.

Hal ini ternyata mengusik Dewata Raja yang ada di kahyangan. Akhirnya Dewata Raja menurunkan kutukan pada Aya Kembu dan Dewi Sya Koi.

Raja dan ratu ini kemudian dikutuk menjadi dua buah gunung yang saling bersebelahan. Aya Kembu menjelma menjadi Gunung Aya Kembu.

Sementara itu, Dewi Sya Koi menjelma menjadi Gunung Sya Koi. Kedua ini memiliki posisi yang saling bertolak belakang antara satu sama lainnya.

Konon kedua gunung ini dianggap keramat oleh para tetua adat yang ada di Kampung Maribu, Sentani Barat, Jayapura.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.