Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Logam Berat pada Daging Hiu Ancam Perkembangan Janin dan Anak

Logam Berat pada Daging Hiu Ancam Perkembangan Janin dan Anak

logam-berat-pada-daging-hiu-ancam-perkembangan-janin-dan-anak
Logam Berat pada Daging Hiu Ancam Perkembangan Janin dan Anak
service

Di balik reputasinya sebagai predator puncak yang gagah di lautan, hiu menyimpan sebuah rahasia sains mengerikan di dalam jaringan tubuhnya. Banyak orang masih menganggap daging atau sup sirip hiu sebagai hidangan mewah menyehatkan. Di balik kandungan proteinnya, para ilmuwan mengingatkan adanya ancaman tidak kasatmata: logam berat yang terakumulasi di dalam tubuh hiu. Kelompok yang paling berisiko mengalami dampaknya bukanlah orang dewasa sehat, melainkan ibu hamil, janin yang sedang dikandung, serta anak-anak yang sistem sarafnya masih berkembang. Ancaman ini berawal dari posisi hiu sebagai predator puncak di lautan. Sepanjang hidupnya, hiu memangsa berbagai ikan dan hewan laut lain yang telah menyerap polutan dari lingkungan. Merkuri, arsenik, kadmium, dan timbal menumpuk di tubuh hiu melalui proses bioakumulasi. Akibatnya, kadar logam berat pada hiu jauh lebih tinggi dibandingkan banyak jenis ikan lainnya. Di antara berbagai logam berat tersebut, merkuri dalam bentuk metilmerkuri menjadi perhatian utama karena mampu menyerang sistem saraf manusia. Para peneliti menggunakan indikator yang disebut Target Hazard Quotient (THQ) untuk memperkirakan risiko kesehatan akibat paparan logam berat sepanjang hidup. Nilai THQ di bawah satu umumnya dianggap masih dapat ditoleransi, sedangkan di atas satu menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan. Pada beberapa spesies hiu yang banyak dikonsumsi, nilai THQ bahkan mencapai puluhan kali di atas batas tersebut, sehingga para peneliti tidak lagi merekomendasikan mengkonsumsinya. Risiko terbesar muncul pada masa kehamilan. Berbeda dengan banyak zat lain yang dapat disaring tubuh, metilmerkuri mampu menembus plasenta. Artinya, ketika seorang ibu hamil mengkonsumsi daging hiu yang mengandung metilmerkuri, zat tersebut tidak hanya masuk ke tubuh sang ibu,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.